B50 Serap Sawit Domestik, Malaysia Lihat Peluang Perluas Ekspor CPO
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam diskusi virtual yang bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit" di Jakarta, Sabtu (15/8/2020)./Kominfo
Harianjogja.com, JAKARTA – Demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja masih akan terjadi di sekitar Istana Merdeka, hari ini Selasa (13/10/2020).
Menanggapi demo yang sudah berlangsung sejak pekan lalu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo cukup khawatir akan terjadi kerumunan massa.
“Pasalnya proses penularan Covid-19 bukan oleh hewan, tapi oleh manusia. Dan kerumunan manusia tidak bisa kita pastikan semuanya aman,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (12/10/2020).
Doni mengatakan, berdasarkan data Satgas dari dua bulan lalu, 7% yang dirawat adalah orang yang tidak pernah keluar rumah.
“Bayangkan mereka tidak pernah keluar rumah akhirnya terpapar Covid-19, pasti dari anggota keluarga yang sering beraktivitas di luar rumah,” kata dia.
Doni memegaskan bahwa menimbulkan kerumunan berpotensi menjadi tempat penularan. Oleh karena itu, Satgas mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga jangan membuat kerumunan karena dampaknya fatal.
Apabila, mereka yang terpapar masih berusia muda kemungkinan tidak akan berdampak besar. Namun, ketika pulang ke rumah, pasti akan bertemu orang-orang tercinta yang di antaranya masuh ke dalam kelompok rentan, seperti lansia di atas 60 tahun, atau memiliki komorbid.
“Ketika mereka terpapar risikonya tinggi, 80-85 persen angka kematian Covid-19 dari kelompok rentan. Mari lindungi diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.
Selain itu, menjaga agar tak berkerumun juga bisa menyelamatkan dan melindungi para dokter dan tenaga kesehatan yang terus tumbang karena terpapar Covid-19.
“Karena 60 persen angka kematian dokter adalah dokter umum yang sebetulnya tidak langsung merawat pasien Covid-19. Kita hanya diminta patuh protokol kesehatan, itu belum sebanding dengan tenaga kesehatan yang merawat pasien di rumah sakit,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.