Presiden Jokowi Paparkan Data Bukti Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Presiden Joko Widodo - Antara
04 Oktober 2020 07:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan penanganan virus corona jenis Covid-19 di Indonesia tidak buruk apabila dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga memiliki jumlah penduduk besar.

"Penanganan Covid-19 di Indonesia tidak buruk, bahkan cukup baik," kata Presiden sebagaimana pernyataan yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden yang dikutip di Jakarta pada Sabtu (3/10/2020).

Kepala Negara mengemukakan bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga populasinya besar, kasus penyebaran dan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih lebih baik.

Baca juga: Bos Persik Kediri Positif Covid-19, Jalankan Isolasi Mandiri

Berdasarkan data terakhir per 2 Oktober misalnya, Indonesia berada pada posisi 23 di tingkat kasus positif Covid-19 dari semua negara-negara di dunia dengan jumlah 295.499 kasus.

Di atas Indonesia, terdapat sejumlah negara yang juga berpenduduk besar dengan jumlah kasus yang terpaut jauh bila dibandingkan Indonesia. Misalnya, Amerika Serikat di peringkat pertama dengan 7.495.136 kasus, India 6.397.896 kasus, Brasil 4.849.229, dan Rusia 1.194.643 kasus.

"Dalam hal ekonomi, pencapaian kita juga tidak jelek. Ekonomi kita menurun, betul. Ini fakta. Tapi mana ada negara yang tidak menurun ekonominya [dalam situasipandemi ini). Bahkan, ada banyak negara lain yang harus memikul beban ekonomi lebih parah," kata Jokowi.

Baca juga: Setelah Pemain Persebaya, Kini Pemain Persipura Positif Covid-19

Di Asia Tenggara pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal II/2020 yang mencatat pertumbuhan negatif 5,3 persen masih lebih terjaga dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang –17,1 persen, Filipina –16,5 persen, Singapura –13,2 persen, dan Thailand –12,12 persen.

Adapun di tingkat global, juga banyak negara yang mengalami pertumbuhan negatif dengan angka yang jauh lebih besar seperti India yang bertumbuh –23,9 persen hingga Amerika Serikat dengan pertumbuhan –9,5 persen.

Presiden menyampaikan hal-hal tersebut dan upaya keras yang dilakukan untuk menangani pandemi dengan menjaga keseimbangan di setiap aspeknya hendaknya membuat seluruh pihak tidak kehilangan harapan dan tetap menjaga optimisme bahwa Indonesia dapat segera melalui tantangan besar ini.

"Ini harus kita ambil hikmahnya agar kita juga tetap optimistis dan tidak kehilangan harapan. Sekali lagi saya tegaskan, kita harus optimistis," kata Presiden.

Kepala Negara juga kembali menekankan bahwa saat ini kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah. "Kesehatan masyarakat, kesehatan publik, tetap nomor satu, tetap yang harus diutamakan. Ini prioritas," kata Presiden.

Beriringan dengan prioritas tersebut, lanjutnya, pemerintah juga mengeluarkan tindakan untuk meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi.

Kepala Negara menekankan menjadikan kesehatan masyarakat sebagai prioritas bukanlah berarti harus mengorbankan aspek ekonomi, apalagi bila hal itu berkaitan dengan kehidupan masyarakat luas.

"Jika kita mengorbankan ekonomi, itu sama saja dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari keseimbangan yang pas," kata Presiden.

Sumber : Antara