Advertisement

Di Sejumlah Negara Ini, menteri Kesehatannya Mundur karena Gagal Tangani Covid-19

Newswire
Minggu, 27 September 2020 - 21:37 WIB
Bhekti Suryani
Di Sejumlah Negara Ini, menteri Kesehatannya Mundur karena Gagal Tangani Covid-19 Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjgja.com, JAKARTA--Di beberapa negara, Menteri Kesehatan yang gagal menangani Covid-19 memilih mundur.

Angka infeksi terus naik dan dunia masih dikepung pandemi Covid-19. Berbagai cara pun dilakukan mulai dari pemberlakuan aturan pembatasan sosial skala kecil, sedang, hingga besar-besaran.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sayanganya, ragam upaya kerap tak buahkan hasil. Angka infeksi terus melonjak dan rakyat makin gelisah. Apalagi dampak Covid-19 tak hanya merusak tubuh dan kesehatan, tapi juga ekonomi dan layanan medis secara keseluruhan.

Dibutuhkan aturan keras dan kuat, agar virus tak kian menyebar. Karena itu juga, setidaknya sudah ada lima Menteri Kesehatan yang menanggung malu karena merasa gagal menangani wabah di negaranya.

Berikut deretan nama Menteri Kesehatan yang memutuskan untuk mundur seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. David Clark

Pengunduran diri dilakukan oleh Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark, pada 2 Juli lalu. Pengunduran diri ini menyusul munculnya kasus baru penularan Covid-19 di negara tersebut.

Sebelumnya, Clark mendapat kritik dari pemerintah karena melanggar kebijakan lockdown atau kuncian yang Ia terapkan sendiri. Clark tertangkap basah membawa keluarganya berlibur ke pantai dan berkendara ke jalur sepeda gunung.

2. Adam Vojtch
Menteri Kesehatan Ceko Adam Vojtch secara tak terduga mengumumkan pengunduran dirinya dalam konferensi pers yang diadakan pada 21 Agustus 2020 lalu. Dalam konferensi pers tersebut, Vojtch juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik untuk mengatasi wabah Covid-19 di Republik Ceko.

Pengunduran diri Vojtch terjadi setelah dirinya dihujani kritik karena kasus Covid-19 terus melonjak. Jumlah kasus virus corona bahkan meningkat dua kali lipas usai dicabutnya pembatasan kegiatan di negara tersebut.

3. Lukasz Szumowski

Lukasz Szumowski mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Kesehatan Polandia pada 15 Agustus lalu. Pengunduran diri ini merupakan respons Szumowski atas kritik yang ditujukan kepada dirinya akibat krisis Covid-19. Pendekatan Szumowski di awal pandemi sebenarnya dianggap cukup menjanjikan oleh banyak pihak. Namun, citranya mulai memburuk karena skandal pembelian ventilator dan masker.

4. Bruno Bruins

Menteri Kesehatan Belanda Bruno Bruins, mengundurkan diri dari jabatannya pada 19 Maret 2020 lalu. Pengunduran ini dilatarbelakangi kejadian Bruins yang pingsan saat sedang berdebat dalam rapat yang membahas krisis Covid-19. Bruins menyampaikan bahwa kondisi fisiknya tidak lagi mampu mengemban tugas dalam menangani krisis Covid-19 yang semakin memburuk.

5. Nelson Teich

Sebagai pengganti Menteri Kesehatan Brasil sebelumnya yaitu Luiz Henrique, Nelson Teich justru memilih untuk mengundurkan diri pada 15 Mei lalu. Padahal ia belum genap sebulan menjabat. Meski tidak menyebutkan alasannya secara gamblang, Nelson Teich dikecam Presiden Brasil karena dianggap terlalu takut mengeluarkan beberapa anjuran, termasuk penggunaan obat antimalaria dalam melawan Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Empat Hari, Peserta Pelatihan Menulis DPAD DIY Terbitkan Sebuah Buku

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement