Ban Selip, Sopir Terlempar dari Mobil hingga Tewas

Polisi mengolah tempat kejadian perkara kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pikap di JLS dekat SMKN 1 Giritontro, Wonogiri, Sabtu (26/9/2020). /Ist - Satlantas Polres Wonogiri.
27 September 2020 03:17 WIB Rudi Hartono News Share :

Harianjogja.com, WONOGIRI – Kecelakaan maut terjadi di jalur lingkar selatan (JLS) Giritontro-Giriwoyo, Wonogiri, tepatnya di dekat SMKN 1 Giritontro, Sabtu (26/9/2020) pukul 02.00 WIB. Seorang sopir meninggal dunia setelah terlempar dari mobil yang dikemudikannya mengalami kecelakaan tunggal.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Indra Hartono, melalui Kanitlaka, Ipda Broto Suwarno, kepada Solopos.com, Sabtu, menginformasikan sopir mobil yang meninggal dunia bernama Maryadi, 47. Korbn adalah warga Polodadi, Kulonprogo, DIY.

BACA JUGA : Tak Sadarkan Diri Saat Menyetir, Pria Patangpuluhan

Dalam kecelakaan itu, Maryadi berkendara bersama Khomarudin, 58, warga Tawangharjo, Giriwoyo, Wonogiri. Khomarudin berhasil selamat meskipun mengalami luka di bagian kepala.

Ban Selip

Semula, mobil yang mereka tumpangi, Mitsubishi Colt pikap berpelat nomor AB 8612 DD melaju dari arah barat/Giritontro menuju timur/Giriwoyo. Mereka baru saja mengantarkan kelapa ke suatu daerah di DIY. Setelah itu pulang ke Giriwoyo tanpa mengangkut barang.

Tiba-tiba ban mobil yang dikemudikan selip sehingga kendaraan berbelok ke kanan. Seketika Maryadi yang memegang kemudi membanting setir ke kiri. Namun, laju mobil justru tidak terkendali sampai akhirnya masuk ke parit di tepi jalan.

Terlempar

Kedua orang tersebut terlempar dari mobil diduga karena tidak memakai sabuk pengaman saat kendaraan melaju kencang. Kemungkinan besar keduanya tidak akan terlempar apabila memakai sabuk pengaman.

BACA JUGA : Meninggal di Sawah, Pengendara Motor Dievakuasi Satgas

“Pada peristiwa itu sopir dan penumpang terlempar ke luar karena kedua pintu terbuka akibat guncangan. Mereka terjatuh lebih kurang satu meter dari mobil. Sopir meninggal dunia di tempat kejadian. Penumpangnya sempat dirawat di rumah sakit karena luka di kepala, tetapi akhirnya diperbolehkan pulang,” kata Broto saat dihubungi Solopos.com.

Peringatan

Dia meminta masyarakat menjadikan peristiwa itu sebagai pembelajaran. Sabuk pengaman sangat penting dipakai saat mengemudikan atau menumpang mobil. Sabuk pengaman dapat meminimalisasi kefatalan saat terjadi kecelakaan.

Broto juga mengimbau pengguna jalan tidak melaju kencang, meski jalanan sepi. Pengemudi harus tetap fokus memperhatikan jalan agar dapat mengantisipasi jika ada lubang jalan, kendaraan yang melintas dari arah berlawanan, dan hal lainnya.

BACA JUGA : Sopir Mengantuk, Mobil di Gunungkidul Masuk Ladang

“Apalagi saat melaju di malam atau dini hari. Tetap waspada, jangan ngebut. Dan pada masa pandemi Covid-19 ini semua pihak juga harus menjalankan protokol kesehatan,” imbuh Broto.

Sumber : JIBI/Solopos