Pendaftaran Pilkada Sragen Jadi Ajang Taruhan Rp1 Miliar

Ilustrasi. - Freepik
15 September 2020 15:57 WIB Tri Rahayu News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN--Tahapan pendaftaran calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pilkada Sragen sudah menjadi ajang taruhan para spekulan politik.

Mereka ada yang menjagokan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto) sebagai calon tunggal yang melawan kotak kosong. Di lain pihak, ada sekelompok botoh yang menjagokan Sukiman-Iriyanto (Kito) bisa mendaftar dengan rekomendasi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk melawan petahana.

BACA JUGA : Caleg di Sragen Jadi Objek Taruhan Botoh, Nilainya Hingga

Jawaban atas kedua kubu botohan Sragen itu pun terjawab pada Minggu (13/9/2020) pukul 24.00 WIB atau Senin (14/9/2020) pukul 00.00 WIB. Botoh yang menjagokan Yuni-Suroto sebagai calon tunggal ternyata unggul.

Hal itu lantaran hingga detik terakhir perpanjangan pendaftaran cabup-cawabup, pasangan Kito belum bisa mendaftar karena tak mendapatkan rekomendasi dari PKS.

Salah satu botoh Sragen yang ditemui JIBI/Solopos, Senin, HR, menyampaikan sejak munculnya rekomendasi dari Partai Golkar kepada pasangan Yuni-Suroto itu mulai ramai-ramainya botohan. Bursa botohan meningkat lagi saat Kito mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra sehari sebelum hari pertama pendaftaran.

“Nilai botohan-nya yang tinggi. Minimal angka botohan itu Rp10 juta dan sampai Rp50 juta. Total bursa botoh itu bisa di atas Rp1 miliar,” jelas HR.

Dia menambahkan botohan pendaftaran Pilkada Sragen itu masih stabil hingga hari terakhir pendaftaran Minggu (6/9/2020) yang akhirnya Kito belum bisa mendaftar. Sejak hari itu tensi botohan turun.

BACA JUGA : Banser Ancam Perkarakan Dukungan ke Suharsono-Totok

Kemudian mulai naik sedikit ketika Ketua DPC Demokrat Sragen Budiono Rahmadi ke DPP di Jakarta. Pada saat yang sama, HR mendapat informasi pasangan Kito juga ke DPP Demokrat.

Namun, setelah Ketua DPC Demokrat Sragen pulang ternyata prediksi Kito akan merapat ke Demokrat meleset dan tensinya turun hingga hari terakhir perpanjangan pendaftaran Minggu lalu.

HR mengaku per Senin sudah mendapatkan sebagian bayaran atas botohan pendaftaran PIlkada Sragen tersebut. Dia mengaku berani pasang harga tinggi lantaran mengetahui perkembangan politik dari internel Yuni-Suroto dan internel Kito.

BACA JUGA : Dampak Pilkada Diundur, Bantul Bakal Jadwal Ulang

Dia menjelaskan para botoh lainnya pun berusaha mendapatkan informasi kepada pihak calon langsung atau orang dekat calon sehingga akurat.

“Sekarang botohan sudah selesai karena sudah tahu siapa pemenangnya. Nah, untuk pilkada ke depan bisa jadi botoh bermain lain kalau tidak dikondisikan. Permainannya bisa di persentase kotak kosong. Tetapi kalau botoh-botoh ini dikondisikan maka situasi bisa kondusif,” ujar dia.

Sumber : JIBI/Solopos