Tak Tiru Anies, Ganjar Ogah Terapkan PSBB di Jateng

Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo. - Ist/Dok Pemprov Jateng
11 September 2020 09:17 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, belum berencana mengambil langkah PSBB untuk menangani Covid-19 seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berdalih masih berupaya menerapkan penegakan hukum dan sosialisasi terkait protokol kesehatan. "Belum, kami belum berencana mengambil itu (PSBB)," kata Ganjar, Kamis (10/9/2020).

BACA JUGA : Ibu Kota PSBB, Warga dari Jakarta yang Datang ke Jogja 

Ganjar mengatakan saat ini masih berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat agar tertib dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya juga mengambil langkah tegas berupa penegakan hukum jika ada yang melanggar protokol kesehatan itu.

“Kita butuh dukungan dari masyarakat untuk itu. Makanya, penegakan hukum mulai kami lakukan serentak sejak 25 Agustus sampai akhir September nanti. Tentu, ini bisa diperpanjang masanya kalau diperlukan,” tuturnya.

Penegakan hukum, lanjut Ganjar sangat penting dilakukan untuk mendorong sosialisasi. Gerakan penegakan hukum itu harus dilakukan secara masif, termasuk di zona merah.

BACA JUGA : Jakarta Kembali PSBB, Sultan Jogja Khawatir Pemudik 

Meski demikian upaya ini bisa dikatakan belum berjalan optimal. Terbukti, dengan masih banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak, seperti saat pendaftaran paslon pada Pilwalkot Semarang 2020 di Hotel Patra, Kota Semarang, beberapa hari lalu.

“Daerah Jawa Tengah yang sekarang zona merah Kota Semarang. Yang lain masih bisa kami kendalikan. Tapi, tidak boleh abai karena semua harus disiplin. Maka, penegakan hukum inilah yang kita minta dilakukan agar masyarakat mengerti dan memahami,” terangnya.

Tes Masif

Selain itu, Ganjar juga berupaya menggencarkan tes secara masif di kabupaten/kota se-Jateng. Dengan tes masif itu, maka jumlah kasus positif Covid-19 akan semakin terdata.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau WHO per 22 Agustus 2020, Jateng baru melakukan 1.925 tes PCR per hari. Jumlah ini masih jauh di bawah standar WHO yang menetapkan 5.000 tes PCR setiap harinya. 

BACA JUGA : Sultan Sebut PSBB Bisa Ditempuh DIY Apabila Terjadi 

Ganjar menambahkan untuk saat ini pihaknya belum akan mengambil tindakan ekstrem dalam penanganan Covid-19, seperti memberlakukan PSBB di Jateng. “Kami belum akan mengambil langkah ekstrem. Tapi, kalau meningkat terus karena ketidakdisiplinan, bisa saja kami mengambil tindakan lebih,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia