Jepang-Korea Selatan Desak Indonesia Buka Keran Ekspor Batu Bara, Luhut Angkat Bicara
Jepang menjadi negara pertama yang menyurati Indonesia terkait larangan ekspor batu bara, disusul oleh Korea Selatan.
Logo Pilkada Serentak 2020 - ANTARA/HO-KPU
Harianjogja.com, JAKARTA - Pilkada Serentak 2020 telah sampai pada tahap pendaftaran, yang dilaksanakan di tengah kondisi Tanah Air saat ini masih dilanda Pandemi Covid-19. Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan sedikitnya 37 bakal calon kepala daerah dinyatakan positif Covid-19 saat masa pendaftaran Pilkada 2020.
Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan seluruh bakal calon dinyatakan positif melalui pemeriksaan swab test. Mereka tersebar di 21 provinsi yang ikut dalam penyelenggaraan Pilkada serentak.
Baca juga: 4 Pasang Bakal Calon Bupati dan Wabup Gunungkidul Mendaftar di KPU, Semua Dinyatakan Lengkap
“Jadi 37 orang yang kemi kumpulkan datanya dari 21 provinsi, karena masih ada provinsi yang laporannya belum masuk,” katanya saat konferensi pers virtual, Senin (7/9/2020).
Dalam peraturan KPU dijelaskan bahwa bakal calon yang dinyatakan positif Covid-19 tidak diperbolehkan untuk mendaftarkan diri secara langsung ke KPU baik provinsi maupun kabupaten kota.
Di sisi lain, bakal calon yang boleh mendaftar langsung harus dinyatakan negatif melalui swab test. Hasil tes tersebut diserahkan kepada KPU berbarengan dengan penyerahan syarat pendaftaran.
KPU mengingatkan kepada partai politik, bakal paslon dan pemilih selalu mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam setiap tahapan Pilkada.
Sementara itu, KPU mengumumkan sedikitnya 687 bakal pasangan calon kepala daerah telah mendaftar sebagai peserta Pilkada 2020.
Baca juga: PKS Khawatir Pilkada Serentak Jadi Klaster Baru Corona
Keterangan itu dihimpun KPU berdasarkan data terakhir yang masuk pada pukul Minggu (6/7/2020) pukul 24.00 WIB. Seluruhnya telah melakukan pendaftaran ke KPUD di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.
Jumlah tersebut terbagi atas 22 bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 570 bapaslon bupati dan wakil bupati serta 95 bapaslon wali kota dan wakil wali kota.
“Jumlah bakal calon laki-laki sebanyak 1.233 orang dan bakal calon perempuan 141 orang,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jepang menjadi negara pertama yang menyurati Indonesia terkait larangan ekspor batu bara, disusul oleh Korea Selatan.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tiket transportasi, pajak ringan untuk penulis, hingga program magang nasional.