Dokter Tirta: Masyarakat Patuh Protokol Jika Tokoh Konsisten

Dokter Tirta Mandira Hudhi. - Ist/Akun Youtube BNPB
05 September 2020 15:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Dokter sekaligus relawan COVID-19 di Tanah Air Dokter Tirta Mandira Hudhi mengatakan kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker hanya bisa terwujud apabila tokoh atau orang yang menyosialisasikan hal itu juga konsisten menerapkan hal yang sama.

"Masyarakat di lapangan akan meniru apa yang disampaikan oleh orang yang menyosialisasikan. Namun, bila orang yang memberikan info atau anjuran tadi tidak konsisten, maka masyarakat tidak akan patuh juga," kata dia dalam diskusi daring dengan tema suka duka dokter dan relawan dalam menyosialisasikan gerakan pakai masker yang dipantau di Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

BACA JUGA : Penjelasan Dokter Tirta Terkait Makna New Normal

Secara pribadi, dr Tirta mengaku pernah mengalami tekanan tersendiri saat foto dirinya viral di sebuah rumah makan tanpa menggunakan masker. Padahal, sebelumnya ia cukup gencar menyosialisasikan gerakan pakai masker.

Akibatnya, hal tersebut menjadi preseden buruk bagi Dokter Tirta yang selama ini cukup banyak mengkampanyekan pencegahan COVID-19 di Tanah Air. "Di sinilah saya tahu dan akhirnya menjaga konsistensi," ujar dia.

Sebenarnya, ujar dia, orang-orang yang mengimbau untuk pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dan protokol kesehatan lainnya secara tidak langsung adalah guru bagi orang lain.

Pada saat ia telah memberikan edukasi tersebut, maka konsistensinya juga harus dilaksanakan agar kepercayaan masyarakat tidak pudar. "Jadi, yang menjadi masalah adalah konsistensi dari yang memberikan edukasi," katanya.

BACA JUGA : Youtuber Indira Kalistha Lagi Kondang karena Ucapannya

Oleh karena itu, lanjut dia, konsistensi penggunaan masker tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat tetapi juga bagi tokoh publik atau orang yang memberikan edukasi.

Di samping itu, ia juga mengajak masyarakat agar selalu mendukung tenaga kesehatan yang terus berjuang melawan COVID-19. Sebab, hingga kini masih banyak dijumpai hujatan mengarah pada tenaga medis, relawan dan sebagainya dalam penanganan pandemi.

Sumber : Antara