Bus Trans Jateng Jurusan Purworejo - Magelang - Temanggung Resmi Beroperasi, Gratis 9 Hari

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai meresmikan Trans Jateng koridor I Purwomanggung (Purworejo, Magelang dan Temanggung). - Istimewa
01 September 2020 12:47 WIB Alif Nazzala R. News Share :

Harianjohja.com, PURWOREJO - Bus Trans Jateng resmi beroperasi. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggratiskan sementara tarif bus Koridor I Purwomanggung (Purworejo, Magelang dan Temanggung). Ada 14 armada yang akan beroperasi dari Terminal Kutoarjo Kabupaten Purworejo sampai Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang.

Penggratisan tarif tersebut menandai diluncurkannya koridor I Trans Jateng di wilayah Purwomanggung, Selasa (1/9/2020) di Pendopo Kabupaten Purworejo. Ini adalah koridor keempat Trans Jateng sejak kali pertama diluncurkan oleh Ganjar sejak 2017 silam.

"Ini akan kami gratiskan selama sembilan hari sampai 9 September. Silakan naik bus sampai kamu capek," kata Ganjar melalui siaran persnya.

Koridor Purwomanggung ini merupakan wilayah aglomerasi. Pada tahap pertama, yang diluncurkan adalah rute Purworejo - Magelang. Selanjutnya, rute Magelang - Temanggung juga akan diluncurkan.

Rute koridor I Purwomanggung ini akan melintasi 14 halte yang tersebar sepanjang wilayah Kutoarjo di Kabupaten Purworejo sampai Borobudur di Kabupaten Magelang. Ganjar menjelaskan setelah sembilan hari masa bebas biaya, tarif Trans Jateng akan diberlakukan normal.

"Penumpang umum tarifnya Rp4.000 Sementara untuk pelajar, buruh dan veteran tarifnya Rp2.000," kata Ganjar.

Meski tarif yang dikenakan kepada penumpang relatif murah, Ganjar menjamin kenyamanan serta keamanannya, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Ganjar mengatakan protokol kesehatan akan diberlakukan secara ketat bagi seluruh penumpang.

"Ini kami jaga betul integritas operatornya. Kalau ada barang penumpang ketinggalan di bus saya pastikan akan kembali tanpa ada kekurangan apapun. Tidak ada dempet-dempetan, apalagi di masa pandemi ini. Kebersihan bus sangat kami jaga," tuturnya.

Bahkan Ganjar tidak segan mencopot petugas yang nakal. Ganjar pun mengharap partisipasi masyarakat, misalnya melaporkan sopir yang kebut-kebutan, petugas nakal, ataupun ada operator yang curang. Kualitas layanan sangat penting karena seluruh operasional Trans Jateng itu dari hasil subsidi.

"Saya titip integritasnya, kalau ada barang penumpang ketinggalan kembalikan secara utuh. Kalau yang lain ada yang lebih baik, kami harus satu tingkat di atasnya," kata Ganjar.

Setelah meluncurkan Trans Jateng Koridor I Purwomanggung tersebut, Ganjar berkesempatan untuk menikmati perjalanan perdana di sekitar alun-alun Kabupaten Purworejo.

Selain Bupati dan Wakil Bupati Purworejo, ada pula buruh, pedagang serta beberapa pelajar yang ikut dalam rombongan Ganjar. Marchsa Aulia Azzahra, siswi SMPN 19 Maron Purworejo, salah satunya.

Menurut dia, sudah semestinya di wilayahnya memiliki angkutan seperti Trans Jateng ini. Yang tidak ada desak-desakan, tarifnya jelas serta bersih dan memberi kenyamanan.

"Ya seneng. Biasanya kan kalau naik angkot itu desak-desakan dan tidak bersih. Ini kan sekolah sudah masuk dan biasanya diantar. Kalau sudah ada Trans Jateng, ya pilih naik ini," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia