Corona di DIY Sudah Bertransmisi di Masyarakat? Ini Kata Epidemiolog UGM

Ilustrasi. - Freepik
23 Agustus 2020 22:37 WIB Lugas Subarkah News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan dengan perkembangan kondisi DIY saat ini, DIY kemungkinan sudah termasuk dalam community transmission. “Kemungkinan [community transmission]. Indikasinya peningkatan kasus dan semakin banyaknya kasus di komunitas,” ujarnya, Minggu (23/8/2020).

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No. HK. 01.07/Menkes/431/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, yang mengacu pada panduan WHO, terdapat empat scenario transmisi dalam suatu wilayah, yakni no cases, sporadic cases, clusters of cases dan community cases.

Tingkat penularan pada community transmission yakni tidak diketahui sumber rantai penularan dengan jumlah kasus yang besar atau peningkatan kasus dengan tes positif melalui pengujian sampel secara massif atau sampel sentinel.

Di DIY, Riwayat penularan selama dua minggu terakhir didominasi oleh tracing kasus positif, skrining karyawan Kesehatan dan perjalanan luar daerah. Saat dikonfirmasi soal community transmission ini, Berty belum bisa memberi keterangan. “Untuk hal tersebut belum bisa kami sampaikan karena perlu analisis,” ungkapnya.

Kasus aktif di DIY saat ini ada 334 kasus, dengan suspek sebanyak 11.323 kasus. Sementara positifity rate saat ini 3,2%, case recovery rate 69,24% dan case fatality rate 2,77%.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyatakan saat ini Covid-19 telah bertransmisi di masyarakat.

Tanda-tanda community transmission menurutnya mulai terlihat setelah Juni. Adapun sebelum periode Juni, kasus Covid-19 masih bisa ditelusuri sumber penularannya dan bisa dipetakan klasternya. Tahapnya kata dia masih sebatas transmisi lokal.

"Pengertiannya klaster itu teridentifikasi. Setelah Juni apalagi Juli mau dikatakan klaster sudah sulit. Itu sudah community transmition. Community transmission itu kita datang ke suatu tempat enggak tahu siapa yang positif kita tahu-tahu sudah positif. Sudah terjadi penularan di masyarakat," kata Joko, pekan lalu.