Advertisement

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Prewedding Habis Rp20-30 juta, tapi Asam Folat Rp10.000 Tidak Dibeli

Newswire
Kamis, 20 Agustus 2020 - 06:07 WIB
Nina Atmasari
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Prewedding Habis Rp20-30 juta, tapi Asam Folat Rp10.000 Tidak Dibeli Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya menekan angka stunting. Tak hanya dikerjakan BKKBN, tetapi juga kementerian lain yang terlibat, misalnya Kementerian Kesehatan. Upanya nyata yang selalu dikerjakan adalah memastikan 1000 hari kelahiran berjalan optimal.

"Kita tahu bersama bahwa 1000 hari kelahiran pertama adalah kesempatan luar biasa untuk mengubah status dari stunting ke bukan stunting," terang Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam Webinar 'Keluargaku, Indonesiaku', Selasa (18/8/2020).

Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting mencapai 30,8 persen. Padahal, target Badan Kesehatan Dunia, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Presiden Joko Widodo sendiri pun mengharapkan tercapainya target penurunan angka stunting yang luar biasa yaitu 14 persen pada 2024.

Pernikahan

Hasto melanjutkan menjadi sangat penting bagi calon orangtua untuk merencanakan kehamilan. Sebab, ketika 'step' tersebut diabaikan, maka kualitas bayi yang dikandung tidak akan baik.

Berkaitan dengan hal tersebut, Hasto menyentil para calon pengantin yang hanya berfokus pada perayaan pernikahan itu sendiri, misalnya mempersiapkan dengan sangat baik prewedding, tapi lupa bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk calon anaknya kelak.

"Ngadain prewedding bisa sampe habis Rp20-30 juta, tapi asam folat yang harganya hanya Rp10 ribu tidak dibeli, zink yang fungsinya untuk memperbaiki sperma dengan harga Rp15 ribu tidak dibeli. Terus, periksa lab paling mahal Rp1 juta pun tidak dikerjakan," sentil Hasto.

Fenomena seperti itu ternyata berkaitan erat pada kasus ibu hamil dengan anemia yang kemudian kualitas bayi yang dikandungnya rendah. Lalu, persiapan pernikahan yang tidak baik pun menjadi sumber dari kasus pernikahan dini karena pernikahan tidak terencana dengan baik.

Advertisement

Berita ini sudah ditayangkan di Okezone dengan judul: Kepala BKKBN Sindir Calon Pengantin 'Jor-joran' Prewedding, Alasannya?

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Yayuk Basuki Sudah Main ke Pasar Rakyat Jogja Gumregah, Kamu Kapan?

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 15:37 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement