Vandalisme 378 Muncul di Pagar Kantor Baru DPD PSI Solo
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aprilio Akbar
Harianjogja.com, SOLO—Calon wali kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka, ditantang membuka visi dan misinya kepada khalayak ramai untuk membuktikan kapasitasnya sebagai figur muda yang selama ini diklaim visioner.
Tantangan itu disampaikan deklarator sukarelawan Gerakan Rakyat untuk Daerah Surakarta (Garuda), B.R.M. Kusumo Putro , Selasa (18/8/2020). Menurut dia rakyat sudah pintar dalam memandang dan menyikapi manuver politik.
BACA JUGA: Pilkada Solo Memanas, Kubu Gibran & Rivalnya Saling Klaim Kemenangan
“Dalam setiap blusukannya, Gibran belum pernah sekali pun menyampaikan visi misinya jika jadi Wali Kota Solo. Rakyat Solo tidak bodoh. Rakyat butuh kejelasan terkait sosok calon pemimpin mereka lima tahun ke depan,” ujar Kusumo.
Menurut dia, selama ini Gibran sekedar menyapa warga dan memberikan bantuan sembako dalam setiap blusukannya. Padahal mestinya pertemuan dengan warga digunakan juga untuk menyampaikan visi-misinya sebagai calon wali kota.
BACA JUGA: Punya Penantang Serius di Pilkada Solo, Gibran Lontarkan Kalimat Singkat
“Dari apa yang saya cermati, sampai saat ini yang dilakukan Gibran saat sosialisasi sebatas hom pim pa. Salam-salaman, bagi-bagi sembako, terus pergi. Menurut saya ini kurang tepat. Mestinya ada sesi penyampaian visi-misi juga dong,” desak dia.
Kusumo menilai banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Gibran-Teguh Prakosa jika memimpin Solo kelak. Beberapa urusan mendasar yang harus digarap yaitu penciptaan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan.
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
Urusan penting lainnya bagaimana mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai wilayah. “Pasar tradisional yang terdesak toko modern dan persoalan tanah Sriwedari juga harus diselesaikan,” kata dia.
Kusumo menerangkan, masyarakat Solo butuh ide (gagasan) dari pasangan Gibran-Teguh dalam berbagai persoalan tersebut. Dengan disampaikannya ide penyelesaian masalah dari Gibran-Teguh masyarakat menjadi tahu kapasitas mereka.
“Jadi saya minta mulai sekarang Gibran-Teguh untuk mulai memaparkan program kerja mereka lima tahun ke depan. Berikan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat Solo dengan mengajak mereka berdialektikan program,” tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Hannah Einbinder buka suara setelah ditangkap saat demonstrasi menentang kunjungan Benjamin Netanyahu ke New York. Ini pernyataannya.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Tiga negara atau kontingen dengan bonus emas besar di Asian Games 2026. Indonesia siapkan Rp3 miliar, Singapura dan Hong Kong punya skema berbeda.
Akta kelahiran digital bisa digunakan untuk administrasi sekolah? Simak aturan SPMB 2026/2027, legalisasi dokumen, dan cara menyiapkannya.
Honda CB350 2026 meluncur di India bersama CB350RS dan CB350C. Simak harga, varian, spesifikasi mesin, fitur, dan perbedaan tampilannya.