Angkasa Pura I Lakukan Kajian Potensi Bandara Superhub & Primer Hub

Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
19 Agustus 2020 04:57 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I masih melakukan peninjauan atas bandara yang digunakan untuk mendukung rencana Bali sebagai superhub.

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan bahwa konsep ini membuat Bali menjadi gerbang pariwisata Indonesia yang terkoneksi dari lima daerah besar seperti Australia, Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.

Selain superhub, pihaknya juga tengah melakukan kajian terhadap potensi bandara lainnya yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai sepuluh hub primer.

“Tentu dengan semakin besarnya market size ke depan akan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata, logistik, dan ekonomi bagi Bali serta daerah-daerah sekitarnya,” jelasnya, Rabu (18/8/2020).

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, bandar udara superhub sebagai nomenklatur baru yang diproyeksikan terhadap tiga klaster kawasan strategis, Bali, Balikpapan, dan likupang atau Manado termasuk rencana Bali Utara.

Selain itu, terdapat potensi Bandar Udara Sam Ratulangi di Manado sebagai bagian dari 11 bandar udara hub primer.

Terkait dengan proyek pengembangan bandara, API juga tetap meneruskannya di tengah pandemi Covid-19. Beberapa proyek pengembangan yang tengah berjalan yaitu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Terminal penumpang di bandara tesebut akan diperluas menjadi 166.815 meter persegi yang dapat menampung 15 juta penumpang per tahun dari luasan terminal saat ini 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.

Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan saat ini yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand).

Proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga sudah mulai dilakukan pengerjaan desain dan perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Hingga awal Agustus 2020, progres pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 49 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021.

Selain itu terdapat Bandara Internasional Lombok Praya untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021.

Pengembangan yang dilakukan yaitu perpanjangan landas pacu dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun. Hingga awal Agustus 2020, progress proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok mencapai 16 persen dengan target penyelesaian pada Februari 2021.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia