Sempat Dibuang Bung Karno di Keranjang Sampah, Naskah Asli Proklamasi Diselamatkan B.M Diah

Ini Naskah Asli Teks Proklamasi Tulisan Tangan Bung Karno, 16 Agustus 2020
17 Agustus 2020 14:57 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Naskah asli teks Proklamasi yang bertulis tangan Bung Karno untuk pertama kali dihadirkan pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2020).

Menurut catatan sejarah, naskah asli itu sempat dibuang oleh Bung Karno ke keranjang sampah seusai menuangkan pikirannya ihwal isi teks proklamasi. Beruntung, B.M Diah, seorang tokoh pers, menyelamatkan naskah asli itu yang sudah diremas dan terbuang di keranjang sampah.

BACA JUGA : Minimalis, Ini 5 Fakta Upacara Detik-Detik Proklamasi di

“Arsip itu ditulis Bung Karno, setelah ditulis tangan rupanya tulisan itu sebagai konsep tadi diremet-remet oleh Bung karno dan dibuang ke [keranjang] sampah. Untung pada saat itu ada bapak B.M. Diah yang menyelamatkan naskah itu dan masih utuh,” kata Plt. Kepala ANRI M. Taufik melalui keterangan virtual pada Minggu (16/8/2020).

Setelah itu, menurut Taufik, naskah tulisan tangan itu diserahkan kepada Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, yang meneruskannya kepada Menteri Sekretaris Negara 1988-1998 Moerdiono.

“Nah tidak terlalu lama Bapak Mensesneg pada saat itu menyerahkannya pada arsip nasional,” kata dia.

Moerdiono menyerahkan naskah tersebut kepada ANRI pada tahun 1992 untuk disimpan dan dirawat dengan baik. Sejak saat itu, ANRI menyimpan naskah asli Teks Proklamasi yang bertulis tangan Sang Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

BACA JUGA : Catat! 17 Agustus Pukul 10.17 WIB, Berdiri 3 Menit dan 

“Pertama kali sampai 74 tahun belum pernah arsip ini disajikan di tengah mimbar kehormatan bersama presiden dan seluruh rakyat Indonesia, momentum hari ini lah arsip itu keluar karena kepentingan besar, kepentingan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar masyarakat tahu sejarah tentang peristawa masa lalu selama 75 tahun,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia