Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan 130 Orang, Sebagian Sudah Dipulangkan
Sebagian besar korban meninggal akibat kericuhan pasca laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), sudah dipulangkan ke rumah duka.
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-6 Susilo Bambang./Biro Pers Sekretariat Presiden-Laily Rachev
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pandangan terkait kebijakan penanganan resesi ekonomi.
Melalui wawancara yang disiarkan CNBC Tv Indonesia, Jumat (14/8/2020), SBY memberikan pandangan soal kondisi ekonomi terkini, sekaligus membandingkan dengan periode kepemimpinannya.
Dalam 10 tahun kepemimpinan SBY, tepatnya pada 2008, Indonesia dihadapkan pada tekanan ekonomi juga. Hanya saja saat itu, ada sejumlah negara yang tetap tumbuh. Berbeda dengan kondisi saat ini, semua negara di dunia tertekan kinerja ekonominya imbas dari pandemi Covid-19.
"Saya berharap tidak perlu sangat cemas, atau risau, kalau harus mengalami resesi ekonomi, karena dunia resesi, bangsa lain juga mengalamai sama," jelasnya.
Menurutnya, pemerintah mempunyai kesempatan pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini untuk menahan resesi (pertumbuhan negatif) semakin dalam. Terlebih data kuartal kedua sektor yang tertekan sudah terlihat, konsumsi, pengeluaran pemerintah, ekspor impor, industri maupun perdagangan.
"Kalau memang seperti itu, lakukan sesuatu untuk semuanya," kata SBY yang juga menulis buku Pandemi Covid-19, Jangan Ada yang Dikorbankan, Manusia dan Ekonomi, Keduanya Dapat Diselamatkan.
SBY mengatakan saat konsumsi rendah, pengangguran bertambah dan daya beli menurun, maka yang dihadapi pemerintah tidak mudah. Namun demikian, harus tetap ditempuh berbagai upaya agar terbebas dari resesi.
"Sangat tergantung seberapa cekatan mencegah menurun perekonomian dalam negeri," ujarnya.
Menurutnya ada tiga agenda prioritas yang bisa dilakukan pemerintah: mencegah penurunan produk domestik bruto secara signifikan, mengatasi pengangguran, dan bantuan langsung bagi rakyat, terutama golongan miskin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sebagian besar korban meninggal akibat kericuhan pasca laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), sudah dipulangkan ke rumah duka.
BMKG mengungkap penyebab banjir saat musim kemarau 2026, mulai gelombang Rossby Ekuator, MJO, El Nino hingga faktor lingkungan.
Menkeu Purbaya memastikan rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS belum mengganggu pembayaran utang pemerintah. BI terus memperkuat intervensi.
KPK menduga Silmy Karim menerima Rp100 juta per pekan dari pengurusan izin tinggal WNA. Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga resmi dibuka. Menag Nasaruddin Umar menargetkan UIN Suka menjadi pusat sains dan peradaban Islam modern.
Menteri PKP Maruarar Sirait ungkap lonjakan KUR perumahan dan bedah rumah di Jogja. Permintaan meningkat drastis hingga 10 kali lipat.