Tiket Ludes saat Iduladha, Dirut KAI: Kami Belum Untung

Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
12 Agustus 2020 08:07 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mampu menjual tiket KA jarak jauh secara maksimal dengan jadwal keberangkatan pada akhir pekan, tetapi sayangnya belum bisa meraup untung.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan tingkat okupansi maksimal juga dapat diraup selama satu hari sebelum Iduladha. KAI saat ini masih memberlakukan tingkat kapasitas maksimal sebesar 70 persen untuk jaga jarak tetapi tiket terjual habis.

Tak hanya itu, untuk periode setelah libur idul adha, KAI juga bisa meraup tingkat penjualan yang optimal pada akhir pekan. Didiek berpendapat hal ini sebetulnya menunjukkan animo masyarakat yang masih tinggi.

BACA JUGA : PT KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan 122 Perjalanan Kereta 

“Apakah untung? Kami belum mendapatkan keuntungan dari ini, tetapi bisa menutup biaya tetap yang selama ini menjadi beban kami,” katanya, Selasa (11/8/2020).

Tak hanya itu, lanjut Didiek, hal tersebut memberikan semangat bagi KAI untuk membangkitkan animo pelanggan untuk menggunakan perjalanan KA. Meningkatnya pengguna, kata dia, bisa mendorong terwujudnya tatanan normal baru di level selanjutnya.

Didiek mengharapkan dengan demikian pihaknya bisa berkoordinasi dengan kementerian perhubungan untuk secara perlahan menambah kapasitas dari saat ini yang hanya diizinkan sebesar 70 persen. Termasuk protokol kesehatan yang kembali disesuaikan dengan tingkat okupansi yang ikut naik.

Untuk menggerakkan animo masyarakat, KAI gencar melakukan promosi penjualan termasuk ketika menjelang HUT Kemerdekaan RI ini. Promo tersebut yakni diskon tiket Kereta Api Jarak Jauh hingga 25 persen dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA : KAI Siapkan Fasilitas Rapid Test di 12 Stasiun, Termasuk Jogja

Direktur Niaga KAI Maqin U. Norhadi mengatakan pelanggan cukup membayar sampai 75 persen dari harga normal untuk melakukan perjalanan dengan kereta api yang mendapatkan promo. Selain diskon tiket, perseroan juga mengadakan undian berhadiah voucer tiket kereta eksekutif.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia