LP3M UMY Adakan Monev Daring Pengabdian Masyarakat Daerah 3T Papua dan NTT

LP3M UMY mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan hibah stimulasi program pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial di daerah Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur tahun 2019 pada 4-5 Agustus 2020 yang dilakukan secara virtual. - Istimewa
05 Agustus 2020 20:07 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) pada kawasan Indonesia Timur masih mengalami problematika pengembangan sumber daya manusia dan persoalan lainnya seperti akses dan jenjang pendidikan yang tidak merata, dan masalah pertumbuhan ekonomi yang belum memadai.

Sebagai bentuk komitmen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk melakukan tanggung jawab sosial melalui pengabdian masyarakat, melalui Lembaga Publikasi, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), UMY melakukan serangkaian pengabdian di beberapa kawasan di Indonesia Timur. Dalam pelaksanaannya, LP3M UMY terus mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan hibah stimulasi program pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial di daerah Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur tahun 2019 pada 4-5 Agustus 2020 yang dilakukan secara virtual.

Gatot Supangkat, Kepala LP3M UMY mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan berdasarkan standar mutu pada program pengabdian masyarakat.

Monitoring dan evaluasi merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan berdasarkan standar mutu suatu program atau kegiatan, salah satunya adalah program pengabdian kepada masyarakat yang telah ditetapkan standar mutunya. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat hibah dana stimulan bagi mitra di Papua dan NTT yang telah dilaksanakan tahun 2019 harus dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengukur tingkat ketercapaian dan kebermafaatannya. Monev juga melakukan penggalian kendala dan hambatan, serta rekomendasi keberlanjutan dengan tujuan untuk perbaikan pengabdian kepada masyarakat yang sejenis dimasa yang akan datang,” paparnya.

Adhianty Nurjanah, Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat LP3M UMY, saat ditemui di Gedung G6 UMY menyatakan bahwa tujuan monitoring evaluasi ini adalah untuk memetakan keberlangsungan dan kendala realisasi hibah stimulan yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta setahun yang lalu. “Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan keberlangsungan baik dari segi kendala serta capaian – capaian  hibah stimulan program pengembangan sumber daya manusia dan infrasruktur sosial warga di kampung Warmon Kokoda – Pulau Arar, Sorong, Papua Barat dan Desa Tliu, Amanuban, Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Adhianty juga menjelaskan bahwa program pengabdian ini bertujuan untuk membantu beberapa kelompok masyarakat diantaranya daerah di Kampung Warmon Kokoda  terdapat enam kelompok masyarakat dan di Tli’u terdapat tiga kelompok masyarakat.

“Tujuan program ini pada akhirnya untuk meningkatkan kapasitas kemudian meningkatkan kesejahteraan baik ekonomi, yaitu melalui UMKM maupun pendidikan (PAUD, SD, SMA) dan lingkungannya berupa bantuan instalasi air. Kegiatan monev ini juga melibatkan beberapa mitra, seperti Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kupang dan Sorong, serta sekolah-sekolah yang terlibat pada program hibah stimulan,” tambahnya.

Hasil pada monitoring dan evaluasi ini berupa rekomendasi kebijakan lembaga terkait dan rencana tindak lanjut atas realisasi program hibah stimulan Peningkatan Kapasitas Pendidikan SD Muhammadiyah, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Warmon Kokoda, Peningkatan Kapasitas Guru SMP Muhammadiyah Arar, Rintisan Pembangunan Ruang Guru TK Aisyiyah Arar, dan Pembangunan LabSchool SMA Muhammadiyah Arar, Sorong, Papua Barat, serta program Peningkatan Kapasitas SD Muhammadiyah dan Instalasi Pipa Air Sumur Desa Tliu, Amanuban, NTT.