Sikap Ikhlas & Penuh Syukur, Kunci Pelayanan Paripurna bagi Pasien Covid-19

Aqua Dwipayana. - Ist
04 Agustus 2020 09:57 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, DENPASAR--Sikap ikhlas disertai rasa bersyukur harus menjadi kunci bagi kalangan paramedis dalam memberikan pelayanan paripurna kepada para pasien di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Saat ini semua kalangan di seluruh dunia membutuhkan peran paramedis, sehingga hal ini harus direspons dengan memberikan pelayanan terbaik dan penuh sikap empati, meski di tengah beratnya beban kerja sekarang ini.

“Perang melawan virus Covid-19 adalah perang kemanusiaan, bukan perang ekonomi apalagi politik. Siapapun harus siap menjadi relawan apalagi kalangan paramedis yang berada di garda depan. Kuncinya selalu bersikap postif dan berani tetapi juga jangan konyol, disertai kesabaran dan keikhlasan,” demikian disampaikan Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana dalam paparannya di depan unsur pimpinan dan staf RSUP Sanglah Bali dalam sesi Sharng Komunikasi dan Motivasi bertema Memperkuat Energi dan Sinergi Dalam Penanganan Covid-19 di Aula Werkudara Gedung Poliklinik Lantai 3 RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (3/8/2020).

Pemaparan Aqua Dwipayana selain disampaikan di hadapan sekitar 50 peserta di RSUP Sanglah Denpasar dengan memperhatikan protokol kesehatan juga bisa dipantau melalui fasilitas zoom meeting yang diikuti hampir 350 peserta dari berbagai wilayah di Tanah Air. Selain itu, ratusan lainnya juga menyimak melalui tayangan live streaming Youtube. Pada kegiatan tersebut, putra bungsu Aqua Dwipayana, yakni Savero Karamiveta Dwipayana, seorang mahasiswa semester 7 dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Sumedang-Bandung, Jawa Barat juga tampil sebagai pembicara.

Selain pejabat struktural dan Tim penanganan Covid-19 RSUP Sanglah, webinar ini juga disaksiskan oleh Kepala Dinas Kesehatan seluruh Bali, Direktur Rumah Sakit se-Bali, organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI , POGI, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa, Politeknik Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 provinsi Bali, dan pihak terkait.

Menurut Aqua dalam bekerja, setiap orang hendaknya memperhatikan rumus empat “as” yang akan melahirkan “as” yang kelima. “Kunci dalam bekerja adalah sikap ikhlas, inilah energi utama dalam bekerja dan melakukan aktivitas apapun. Serahkan semua hal kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Kedua bekerja dengan cerdas yakni beraktivitas dengan efektif dan efisien dan kalau bisa lakukan multitasking dengan penekanan skala prioritas,” ungkap Aqua Dwipayana.

Kerja Keras

Kemudian, bekerjalah dengan keras karena menunjukkan konsistensi. “Setelah bekerja keras, jalankanlah dengan tuntas. Jangan setengah-setengah. Bila perlu menginap di kantor ketika menyelesaikan sebuah tugas penting karena hal ini terkait dengan kredibilitas kita. Ketika kita menjalankan keempatnya dengan baik, maka semua aktivitas dan pekerjaan kita akan berkualitas. Lakukanlah hal ini secara konsisten dan terus-menerus,” katanya menguraikan.

Dalam pemaparannya, Aqua menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada tenaga medis yang berkali-kali disebutnya sebagai “pahlawan kemanusiaan”, termasuk mereka yang bertugas di Provinsi Bali. Setelah berbicara di Bali, dalam waktu dekat Dr Aqua Dwipayana juga akan melakukan sharing komunikasi dan motivasi di 24 kota/kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Rencananya mulai Senin, 17 Agustus 2020. Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah yang mengundang Aqua ke semua daerah tingkat II itu.

“Sampai saat ini, tidak ada yang tahu hingga kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Untuk itu mari kita bersama-sama menghadapinya sesuai dengan kemampuan masing-masing," lanjut Aqua.

Totalitas & Ikhlas

Kuncinya menurut mantan wartawan di banyak media itu, mengutamakan keikhlasan dan melakukan semua hal dengan penuh sinergi dan kolaborasi atau kerjasama. Sikap ikhlas dalam pekerjaan adalah bekerja secara totalitas dengan menggunakan hati dan jangan berpikir apa yang kita dapatkan. Mulailah dengan sederhana, berdoa, dan bekerja dengan tidak hitung-hitungan. Lakukan dengan penuh keyakinan dan insya Allah nanti kebaikan akan kita dapatkan.

Aqua menegaskan bahwa bagi kita semua tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. “Terutama karena sampai saat ini, di tengah pandemi kita masih diberikan kesehatan. Itu yang tidak bisa digantikan dengan uang berapapun. Semua tenaga medis yang berada di RSUP Sanglah ini sudah berperan penting secara langsung dalam kaitan Covid-19. Peran besar ini yang pasti diapresiasi semua orang. Untuk inilah semuanya harus bersyukur,” ucapnya.

Selain bekerja dengan ikhlas, faktor kedua adalah selalu berkomunikasi dengan baik. Saat ini, banyak orang Indonesia dari golongan mampu yang memilih berobat di Rumah Sakit di negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia. Tenyata, kata Aqua Dwipayana, penyebabnya adalah pada aspek komunikasi. “Karena dari sisi medis, kita tidak kalah. Ternyata faktornya ada pada komunikasi. Salah satu faktor penting yang bisa berdampak pada proses penyembuhan pasien adalah sikap empati dan cara kita dalam berkomunikasi. Maka, hati-hatilah dalam berkomunikasi, berpikir dulu baru berbicara. Jangan berbicara dulu, dipikir kemudian,” kata Staf Ahli Ketua KONI Pusat bidang Komunikasi Publik itu.

Aspek yang ketiga adalah selalu berpikir postif atau “positive thinking”. “Pandanglah semua orang dari sisi baik, persoalan ternyata ada iktikad buruk atau negatif, serahkan semua kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Jangan isi hati dan pikiran kita dengan sampah-sampah yang tidak penting,” tegas Aqua.

Teori klasik

Sementara itu, putra bungsu Aqua, yakni Savero Karamiveta Dwipayana juga menyampaikan pemaparan yang menarik perhatian. Savero yang tergabung menjadi relawan nasional Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Letjen TNI Doni Monardo mengatakan saat ini grafik penambahan kasus Covid-19 masih tinggi.

“Ini menandakan konten-konten edukasi kesehatan belum cukup untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Namun, saya ingin memberikan apresiasi tersendiri kepada paramedis yang ada di Provinsi Bali ini,” ungkap Savero.

 

Ia mengungkapkan dari data yang didapatkan, sejak 23 Juli 2020 angka kesembuhan Covid-19 selalu lebih tinggi dari jumlah penambahan kasus.

“Pada 24 Juli 2020 sampai dengan 2 Agustus 2020 angka kematian nol. Hal ini layak diapresiasi. Bahkan website Pemprov Bali dengan konten terkait Covid-19 ini termasuk yang paling lengkap di Indonesia,” ujar Ero, panggilan akrab Savero.

Savero mengajak semua pihak khususnya kalangan medis untuk “turun gunung” memotong jalur penyebaran Covid-19 sejak dari hulu. Jangan membiarkan kasus menumpuk dan “treatment” hanya dilakukan di hilir ketika pasien semakin banyak dan dibawa ke rumah sakit.

“Caranya dengan semakin banyak membuat dan menyebarluaskan konten-konten edukasi dan promosi kesehatan. Masyarakat akan sangat percaya pada konten-konten promkes yang dibuat langsung oleh tenaga medis. Konten promkes dan edukasi yang dibuat para dokter di media sosial harus semakin banyak dibuat,” katanya.

Ia mengulas kembali tentang Teori klasik yang disampaikan oleh H. L. Bloom yang menyatakan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut, yaitu gaya hidup (life style); lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya); pelayanan kesehatan; dan faktor genetik (keturunan).

“Faktor yang paling dominan itu adalah gaya hidup dan lingkungan. Ini terkait dengan dengan bagaimana kita bersosialisasi selama Covid-19. Kedisiplinan semua pihak menjadi faktor penitng,” tegas Ero.

Dalam sambutannya Dirut RSUP Sanglah dr I Wayan Sudana, MKes menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Aqua dan Savaro.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas sharingnya kepada kami semua. Apa yang akan bapak sampaikan kepada kami pasti akan sangat bermanfaat dan memberikan semangat dan motivasi bagi kami RSUP Sanglah dan jajaran kesehatan di Bali dalam penanganan Covid-19 ini,” ungkap Wayan.

Ia juga menyampaikan hal serupa kepada Savero Karamiveta Dwipayana. “Juga ucapan terima kasih saya kepada Adik Savero Karamiveta Dwipayana yang akrab dipanggil Ero yang hari ini berkenan tampil sebagai pembicara di seminar ini. Sejak sekitar 5 bulan lalu dik Ero aktif sebagai Relawan di Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Pak Doni sendiri yang langsung menghubunginya untuk bergabung bersama beliau di Satuan Tugas Covid-19. Itu menunjukkan kepercayaan yang besar dari Pak Doni kepada dik Ero,” katanya.