Apes, Pedagang Hewan Kurban Langganan Artis dan Pejabat Banting Harga Biar Laku

Salim Hamdun (38) pemilik lapak Bandar Kambing menjual kambing di pinggir Jalan Tanah Abang untuk Kurban Iduladha. JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi
31 Juli 2020 14:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sudah jadi kebiasaan Sukriyanto, 33, selama 16 tahun ini mengirim sapi untuk kurban Iduladha di wilayah DKI Jakarta. Sejak pekan lalu, pria asal Madura ini membuka lapak jualan kambing dan sapi di sekitar jalan Tanah Abang.

Sukriyanto bercerita, dua hari lalu orang-orang 'besar' di Jakarta membeli sapi kurban dari lapak miliknya, mulai dari pejabat hingga artis yang sering nongol di layar kaca. Bahkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membeli dua sapi dengan harga total Rp52 juta. Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga memborong dua sapi.

Biasanya, orang-orang ‘gede’ itu membeli tiga ekor sapi, tetapi Iduladha kali ini hanya membeli dua ekor sapi.

“Kemampuan orang beli sekarang sudah turun di tengah Corona ini, per hari itu kadang-kadang tiga sampai empat orang yang datang, kebanyakan tidak cocok harganya, ini biasannya Pak Fadli Zon ambil tiga ekor, sekarang [hanya] ambil dua,” kata dia sedikit tersenyum saat ditemui Bisnis pada Kamis (30/7/2020).

Turunkan Harga

Malah, dia menurunkan harga jual sapi Rp3 juta menjadi Rp22 juta untuk menggaet pembeli di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Padahal, harga jual sapi saat ini atau sebelumnya Rp25 juta.

Dia menuturkan, banting harga itu mutlak di tengah kondisi pandemi dan persaingan dengan lapak lain.

“Ya biar dia ngambil sama kita, kita banting harga miring sampai Rp22 Juta, daripada kita bawa pulang lagi sapi ke Madura kan jauh, kita turunkan harga Rp3 juta,” katanya sambil melempar pandangan ke sapi-sapi yang berbaring di atas kuning jerami.

kurban

Sejumlah sapi yang siap diperjualbelikan di kawasan Tanah Abang Jakarta, untuk hewan kurban saat  perayaan Iduladha. JIBI/Bisnis-Nyoman Ari Wahyudi

Menurut hitung-hitunganya, penjualan sapi di lapak miliknya turun drastis hingga mencapai 20% dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, dia mengirim, 100 ekor sapi dan ludes dibeli. Untuk tahun ini, hanya 50 ekor sapi yang diangkut dari Madura dan masih sisa tiga ekor belum terbeli.

“Kemarin itu [tahun lalu] omzetnya keseluruhan mencapai Rp2 miliar lebih, dari 100 ekor sapi terjual, sekarang omzetnya hanya Rp1,5 miliar atau hilang 20 persen dari tahun lalu,” tuturnya.

Bahkan itu, menurut dia, belum dipangkas dari sejumlah pelayanan tambahan kepada pembeli berupa gratis ongkos kirim.

“Ada empat sapi yang laku lewat online dari 50 sapi. Semuanya dikirim langsung ke yang mesan dengan free ongkir ada yang di sekitar Tanah Abang kami juga kirimkan,” ujarnya.

Ihwal sapi yang belum terjual, dia mengatakan, bakal melepasnya kembali ke hutan di Madura. Alasannya, untuk dipersiapkan pada Iduladha tahun depan.

Merosot 40%

Nasib yang sama juga menghampiri Salim Hamdun (38) penjual hewan kurban spesialis kambing. Baru kali ini, omzet penjualan kambing saat Iduladha ambruk hampir 40 persen. Padahal, usaha kambing itu telah diwarisinya dari sang kakek sudah turun-temurun dua generasi.

“Malahan ayah saya sudah berjualan kambing di sekitar sini sejak tahun 1965,” kata Salim saat ditemui dipinggir Jalan Tanah Abang.

Ihwal omzet yang anjlok itu, Salim mengatakan, jika tahun lalu penjualan kambing bisa mencapai 200 ekor, tahun ini hanya sekitar 130 ekor.

Dengan demikian, tahun ini omzet penjualan kambing miliknya jatuh di angka Rp400 juta. Padahal, keuntungan tahun lalu bisa menyentuh di angka Rp600 juta.

“Tahun kemarin itu pemasukannya bisa Rp600 juta lah, sekarang paling baru Rp400 juta, ini sudah hari terakhir. Tahun lalu, orang yang datang ke lapak 90 persen mencapai 10 hingga 15 orang, tetapi sekarang hanya satu atau dua orang,” kata Salim sesekali menengok kambingnya.

kurban

Sukriyanto (33) penjual hewan kurban spesialis sapi asal Madura. Setiap Iduladha membuka lapak di Jalan Tanah Abang. JIBI/Bisnis-Nyoman Ari Wahyudi

Jualan Daring

Kendati demikian, media daring turut membantu penjualan di tengah pandemi Covid-19. Sehari, rata-rata 10 hingga 15 ekor terbeli lewat media daring itu. Biasanya, memang pembeli yang sudah menjadi langganan di lapak miliknya, Bandar Kambing.

“Untuk online kita sehari bisa 10 sampai 15 ekor, banyak juga yang langganan biasanya datang sekarang by phone kirimin foto dan video kalau dulu mereka datang sekarang enggak. Orang-orang luar yang pesan itu dari Kampung Melayu, Kebon Jeruk,” tuturnya.

Dia memberi gratis ongkos kirim dan gratis biaya pemotongan kambing di rumah pemotongan hewan (RPH) kepada pembeli. Kiat itu, menurutnya, suatu keharusan.

“Karena persaingan sekarang ketat, jadi tinggal kirim daging saja sudah dibungkusin. Sebelumnya ada ongkos, tetapi sekarang untuk memikat pembeli dalam kondisi sekarang kita harus pintar-pintar,” ujarnya sedikit ketawa.

Masih sekitar 70 ekor kambing belum terjual dari lapak Salim. Kendati demikian, dia masih berharap, Iduladha menurunkan berkah untuk menormalkan kondisi setelah diterpa pandemi Covid-19. Apa yang tercerai bisa kembali bersatu begitu kira-kira rumusan Salim.

“Jadi enggak ada lagi social distancing, ga ada yang macem-macem lagi dah. Corona hilang berkat Iduladha ini,” tuturnya.

Sumber : bisnis.com