Advertisement
Korban Jiwa akibat Corona di Indonesia Sudah 5.058 Orang
Petugas melakukan proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Kamis (9/4/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan pasien meninggal dunia akibat virus Corona (Covid-19) sebanyak 83 orang pada Rabu (30/7/2020) ini. Dengan demikian, total korban jiwa akibat wabah ini mencapai 5.058 orang.
Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pada hari ini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus meninggal tertinggi di Indonesia.
Advertisement
Provinsi tersebut melaporkan penambahan 19 orang pasien Covid-19 meninggal dunia. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat wabah di provinsi tersebut mencapai 817 orang.
Provinsi dengan kasus meninggal tertinggi berikutnya adalah Jawa Timur yaitu 14 orang, sehingga total kasus meninggal di provinsi tersebut mencapai 1.677 orang.
Adapun, Jawa Tengah melaporkan penambahan 12 kasus meninggal, Kalimantan Selatan 8 kasus, Sumatra Selatan 7 kasus, Sulawesi Utara 3 kasus dan Sumatra Utara melaporkan 3 kasus meninggal pada hari ini.
Sementara itu, jumlah spesimen terkait Covid-19 yang telah diperiksa mencapai 30.046 spesimen per hari, sehingga secara akumulatif menjadi 1.477.629 spesimen. Pencapaian spesimen harian yang diperiksa ini berhasil melampaui target baru pemerintah yaitu 30.000 spesimen per hari.
Dari jumlah spesimen yang diperiksa, didapatkan penambahan 1.904 kasus konfirmasi positif Covid-19, sehingga total kasus positif di Indonesia saat ini 106.336 orang.
Adapun, jumlah pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bertambah 2.154 orang, sehingga totalnya menjadi 64.292 orang.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan tingkat kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan dan mulai mendekati angka rata-rata dunia.
Dia mengungkapkan bahwa pada Maret 2020 jumlah maksimumnya adalah 9, 34 persen dengan rata-rata 4,89 persen. Sementara, pada April 2020 angka maksimumnya meningkat menjadi 9,5 persen dengan rata-ratanya 8,64 persen.
Kemudian, terjadi penurunan pada Mei 2020 dengan rata-rata 6,68 persen dengan angka maksimum 7,66 persen. Adapun, pada Juni 2020 persentase kematian terus menurun menjadi maksimum 6,09 persen dan rata-ratanya 5,56 persen.
Pada Juli 2020 persentasenya juga menurun menjadi 5,08 persen dan rata-ratanya 4,86 persen atau semakin mendekati angka kematian dunia 4,2 persen.
"Perubahan ini terjadi karena manajemen kasus pasien yang lebih baik dari waktu ke waktu," ujar Wiku, Jumat (24/7/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 24 Maret 2026, Simak Waktunya
- Cuaca Jogja Selasa Ini Didominasi Cerah, Ini Rinciannya
- Ketegangan Memanas, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan AS
- Trans Jogja Makin Praktis, Ini Rute dan Tarifnya
- Arus Balik Semarang Padat, 2.000 Kendaraan per Jam
- Jadwal KA Bandara YIA 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Cek Jadwal Bus DAMRI ke Bandara YIA
Advertisement
Advertisement








