Pariwisata dan Ekonomi Magelang Bersemangat Bangkit Hadapi Pandemi Covid-19

Suasana acara Talkshow Semangat Baru Pariwisata Magelang di Era Pandemi yang digelar di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Kamis (30/7/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
30 Juli 2020 13:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Pandemi Covid-19 masih berlangsung tetapi kehidupan masyarakat di Kabupaten Magelang mulai menggeliat. Berbagai pihak terus mengupayakan kegiatan masyarakat terus bergerak dan tumbuh dengan tetap produktif dan aman dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal itu terungkap dalam acara Talkshow Semangat Baru Pariwisata Magelang di Era Pandemi yang digelar di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Kamis (30/7/2020). Narasumber kegiatan tersebut meliputi Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti; Pemimpin Bidang Pelayanan Bank Jateng Magelang Ali Sodiq dan General Manager Grand Artos Hotel & Convention, Ilus Ruswati.

Iwan Sutiarso mengungkapkan di era pandemi ini, kegiatan dibatasi di antaranya dengan menjaga jarak, tidak boleh berkerumun, transportasi dibatasi dan lainnya. "Kabupaten Magelang telah menyiapkan pariwisata dengan adaptasi kebiasaan baru agar bisa berjalan, dan kondisi aman dari Covid-19," katanya.

Ia menyebutkan di Kabupaten Magelang ada 210 daya tarik wisata mulai yang terbesar adalah Candi Borobudur, dan pariwisata kecil yang tersebar di 21 kecamatan. Di awal masa transisi adaptasi kebiasaan baru masa new normal ini sudah ada 14 daya tarik wisata yang sudah dibuka untuk pengunjung.

Pembukaan ini dilakukan oleh Bupati Magelang setelah mempertimbangkan banyak aspek saat ini sudah puluhan dapat izin. Jumlah yang dibuka akan terus bertambah. Jenis objek wisata yang sudah dibuka kebanyakan adalah wisata budaya dan alam, seperti sejumlah candi, Puntuk Setumbu, Jurang Jero, desa wisata dan lainnya.

Adapun tempat wisata yang belum bisa dibuka di antaranya wisata air seperti kolam renang, telaga dan arung jeram. Selain itu juga tempat wisata hiburan seperti karaoke, tempat pijat, bioskop dan diskotik.

Baca Juga: Sapi dari Jokowi Sampai ke Tangan Penerima di Jogja

Ia menegaskan di tempat wisata yang sudah dibuka telah dilakukan simulasi penerapan protokol kesehatan hingga dua kali. "Orang bosan di rumah. Kami di Magelang punya semua potensi wisata terutama alam, budaya, harapannya orang dapat rekreasi, piknik dengan suasana aman," katanya.

Retno Indriasturi menyebutkan kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang pada Kamis (30/7/2020) terkonfirmasi ada 19 positif. Jumlah ini tergolong tinggi mengingat pernah pernah hanya terjadi 2 kasus dalam sehari. Kontak tracing dari pasien terus dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut.

Pemkab Magelang menerapkan protokol kesehatan untuk kerumunan yakni harus mengajukan izin terlebih dahulu. "Bupati akan meminta tim kami untuk melakukan kajian epidemologis mengacu pada aturan BNPB. Ada 15 indikator yang akan dikaji, apakah kegiatan yang diajukan tersebut aman atau berisiko," jelasnya.

Sampai 24 Juli, pihaknya sudah menerima 341 pengajuan izinn di antaranya adalah pariwisata, pernikahan dan ibadah keagamaan. Ada 38 kegiatan wisata yang sudah mengajukan dan yang sudah disetujui ada 14 titik. Adapun jumlah terbanyak adalah kegiatan pernikahan yang mencapai 141 izin.

Imbas ke Hotel

Ilus Ruswati menjelakan hotel ini menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampaknya karena banyak kegiatan dilarang. "Saat terjadi pandemi ada Maret, kami langsung memberikan briefing pada karyawan karena karyawan menjadi garda terdepan pelayanan hotel dan mereka berisiko tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Pengelola Hotel Belum Rasakan Peningkatan Kunjungan Signifikan

Tim langsung memetakan tentang challenge yang akan dihadapi dalam dua tahap. Paling pendek adalah okupansi yang turun drastis. Selanjutnya, adalah dampak long term di antaranya pola kegiatan tamu berbeda dari semula suka wisata yang ramai, kini berganti ke wisata alam terbuka.

Selanjutnya, kegiatan makan di tempat akan berkurang dan diganti dengan pesan makanan atau dibawa pulang. Yang paling penting adalah persepsi ekspektasi tren, yakni ketika tamu masuk hotel maka tamu harus punya persepsi bahwa hotel sudah terapkan protokol kesehatan sehingga aman.

Beberapa upaya fisik yang dilakukan penyesuaian seprti kamar disederhanakan, desain kamar dibuat minimalis, agar tingkat penularan virus minim. Kegiatan piknik juga diganti dengan small grup. "Kami tetap semangat, baik hotel dan mall adalah perahu ita yang sudah berjalan delapan tahun, banyak badai telah kami lalui dan kami pasti bisa melewati pandemi ini," katanya.

Perbankan Ikut Terdampak

Adapun Ali Sodiq mengungkapkan perbankan juga terdampak pandemi ini di antaranya nasabah yang kehilangan pekerjaan atau usahanya surut menjadi tidak bisa mengangsur kreditnya. Namun, Bank Jateng mengaku harus tetap eksis melayani masyarakat.

Ia menyebutkan hingga saat ini Bank Jateng Magelang sudah memberikan relaksasi pada 635 nasabah dengan nilai total Rp141 miliar. Relaksasi yang diberikan di antaranya perpanjangan jangka waktu angsuran, penurunan suku bunga, penundaan pembayaran pokok angsuran dan penundaan pembayaran bunga. "Tujuannya agar ekonomi terus berjalan, meski lambat," jelasnya.

Bank Jateng terus mendukung upaya Pemerintah guna menggerakkan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), yang dalam tiga bulan ini sudah menyalurkan pada 300-an nasabah dengan nilai Rp41,2 miliar.

Adapun terkait pandemi Corona, Bank Jateng turut melakukan protokol kesehatan dengan pengecekan berkala di kantor, penyemprotan,
menghindari kerumunan, penataan meja kursi, nasabah dan karyawan harus pakai masker. Terpenting, semua harus disiplin terkait aturan adaptasi normal baru ini.