Seperti Ini Penularan Virus Corona Antara Pasien dan Dokter

Ilustrasi - Reuters/Ivan Alvarado
22 Juli 2020 20:47 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Risiko peneluran antara dokter dan pasien terbilang cukup tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengakui virus ini dapat ditularkan melalui airbone atau udara dalam jumlah partikel yang lebih kecil.

Dokter spesialis penyakit dalam-Gastroenterologi-Hepatologi, Ari Fahrial Syam mengatakan penularan antara dokter dan pasien terjadi ketika pasien yang ternyata sudah terinfeksi Covid-19 membuka mulut dan mengembuskan napas.

Partikel virus kemudian menempel di masker dokter. Lalu bisa saja dokter tersebut tidak menyadari memegang masker yang sudah dihinggapi virus, kemudian menyentuh hidung.

"Lubang hidungnya tertular (virus). Dia tertular ketika pasien mengembuskan napas nempel di masker," tuturnya dalam diskusi online, Rabu (22/7/2020).

Kemudian dari data yang ditunjukkan, ternyata virus paling banyak menempel di baju hazmat atau (APD) yang digunakan oleh dokter yang kontak dengan pasien.

Tak terkecuali pakaian yang digunakan dokter atau petugas medis lainnya. Ada satu kasus dimana keluarga dokter dari rumah sakit rujukan tertular virus corona dari baju yang digunakan sang dokter saat merawat pasien. Dokter tersebut kemungkinan lupa untuk meletakkan baju ke tempat yang lebih aman. Istri yang memegang baju tersebut akhirnya tertular dan menularkan ke anaknya.

Oleh karena itu, Ari mengimbau agar semua pihak tetap waspada akan penularan virus corona karena memang selain melalui droplet yang menempel di permukaan, virus ini dapat ditularkan melalui udara.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia