Covid-19 Mulai Landai, Kebutuhan APD Masih Tinggi

Penyerahan bantuan APD di RSUP Sardjito. - Ist.
07 Juli 2020 10:27 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus Covid-19 di wilayah DIY terbilang melandai dibandingkan periode April – Mei sebelumnya. Meski demikian kebutuhan alat pelindung diri (APD) masih tergolong tinggi, seperti yang terjadi di RSUP Sardjito Yogyakarta. Sejalan dengan itu RSUP Sardjito diberi bantuan APD oleh Bank Mandiri Taspen (Mantap), Senin (6/7/2020) kemarin.

Direktur RSUP Sardjito Yogyakarta Rukmono Sisiwihanto menjelaskan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUP Sardjito saat ini cukup melandai, meski pun ada peningkatan namun tidak signifikan. Dalam catatan harian rata-rata orang yang memeriksakan terkait dengan Covid-19 hanya lima orang, berbeda dengan periode April lalu.  

BACA JUGA : UMKM Sleman Siap Penuhi Kebutuhan APD

“Pasien rawat jalan [non Covid-19] mulai meningkat di atas 1.500 orang per hari [mulai Juni], sebelumnya [saat Covid-19 masih tinggi] kemarin hanya sekitar 500 orang per hari [periode April – Mei],” katanya dalam rilisnya Senin (6/7/2020).

Rukmono mengakui meski Covid-19 mulai landai, namun kebutuhan APD tetap tinggi karena perlakuan terhadap pasien tidak berubah, artinya semua tenaga kesehatan harus menggunakan APD lengkap setiap harinya. Jumlah tenaga secara keseluruhan mencapai 3.000 orang, sedangkan tenaga yang secara khusus menangani Poli Covid-19 ada 120 orang. Ia menggambarkan kebutuhan masker N-95 di rumah sakitnya sekitar 80 unit masker per hari.

“Kebutuhan PAD tetap besar karena kasusnya memang masih ada, perlakuannya sama. Tentu saja tidak sebanyak yang dulu karena semakin sedikit tenaga yang masuk ke ruang isolasi, tetapi harus memfasilitasi seluruh petugas dan pasien lain,” katanya.

BACA JUGA : Diperkirakan, Persediaan APD di Kota Jogja Cukup sampai Juni

Oleh karena itu pihaknya sangat mengapresiasi berbagai pihak seperti Bank Mantap yang telah memberikan bantuan berupa APD. “Kami apresiasi Bank Mantap, karyawannya telah menyisakan sebagian gaji disumbangkan dalam bentuk APD, kita dalam masa persiapan new normal tetap harus waspada, memang di RS dan faskes lain APD tetap diperlukan,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menambahkan APD yang diserahkan ke RSUP Sardjito sebanyak 500 unit, ribuannya lainnya diberikan kepada RS lain di Indonesia seperti di Tangerang, Bali, Bandung dan RSD Wisma Atlet. Donasi APD itu dikumpulkan dari karyawannya dengan melalui program Mantap Peduli hingga terkumpul sekitar Rp2,1 miliar.

 “Karyawan secara sukarela menyisihkan gaji, dana bantuan tersebut dikonversi menjadi APD sebesar 50 dari total sumbangan dan sisanya 50 persen dalam bentuk sembako sebanyak 4.500 paket disalurkan di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA : 13 PLKK Terima Bantuan APD dan Multivitamin

Ia menambahkan pemberian APD itu sejalan dengan kebutuhan APD tetap tinggi meski pun kasus mulai melandai. Apalagi memasuki new normal ini beberapa kebiasaan baru harus tetap didukung oleh APD, maka APD menjadi barang yang terus dibutuhkan tenaga kesehatan karena bersentuhan langsung dengan pasien.

“Yang pasti harus bersahabat, tidak bisa pungkiri [bahwa corona] sudah ada di sekeliling kita, di sisi lain kita enggak bisa berdiam diri, harus merubah kebiasaan seperti di kantor harus sesuai protokol kesehatan. Masker dan handsanitizer jadi suatu budaya new normal,” ujarnya.