Ombudsman Ingatkan Pemda Cegah Maladministrasi Sebelum Jadi Korupsi
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, BANDUNG--Sekelompok orang yang diduga gerombolan geng bermotor menyerang rumah salah seorang warga di Jalan Terusan Cibogo, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dalam kejadian itu dua orang menjadi korban. Insiden penyerangan tersebut terjadi pada Minggu (28/6/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
BACA JUGA : Anggota Geng Motor Ditangkap Setelah Aniaya Korban
"Dari informasi saksi, penyerang korban berjumlah tujuh orang," kata Kasubag Humas Polrestabes Bandung, AKP Rahayu Mustika.
Berdasarkan kronologis saksi korban, kepada polisi menuturkan, tujuh orang penyerang tersebut mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu sambil berkata "buka saya polisi".
Setelah pintu dibuka oleh korban, para pelaku langsung menyerang sambil memukul menggunakan botol ke arah korban dan mengayunkan diduga benda mirip senjata tajam.
BACA JUGA : Geng Pelajar Jogja: Mau Balas Dendam Geng Morenza
Adapun korban diketahui bernama Ateng dan Silfi. Atas kejadian itu, korban mengalami luka-luka. Saat ini, korban tengah dalam perawatan medis di Rumah Sakit.
"Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.