Dana Pengadaan Tanah Tol Jogja-Solo & Jogja-Bawen Cair Tahun Ini

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi jalan tol Padang - Sicincin, di KM 25 Jalan Bypass, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (3/2/2020). - Antara/Iggoy el Fitra
26 Juni 2020 21:07 WIB Agne Yasa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga Manajemen Aset Negara menyebut 49 ruas tol akan mendapatkan pendanaan pengadaan tanah proyek strategis nasional jalan tol tahun ini. Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen termasuk dalam proyek yang akan menerima kucuran dana langsung. 

Direktur Pendanaan Lahan LMAN Qoswara mengatakan sudah ada Surat Menteri Keuangan Nomor-S-450/MK.06/2020 tanggal 29 Mei 2020 yang menetapkan 49 ruas tol yang akan menperoleh dana pengadaan tanah senilai Rp13,74 triliun.

BACA JUGA: Ini Jalur-Jalur Berbahaya untuk Pesepeda di Sekitar Jogja

Perinciannya yaitu dana talangan tanah senilai Rp10,30 triliun, pembayaran langsung Rp2,34 triliun, dan cost of fund Rp1,10 triliun. "Ruas tol yang 49 itu, ada enam ruas tol yang betul-betul baru" kata Qoswara, dalam konferensi pers secara daring, Jumat (26/6/2020).

Keenam ruas tol baru tersebut adalah ruas Pekanbaru—Bangkinang—Payakumbuh—Bukittinggi, Betung—Tempini—Jambi, Simpang Indralaya—Muara Enim, Lubuk Linggau—Curup—Bengkulu, Jogja—Solo, dan Jogja—Bawen.

Dia menjelaskan bahwa di dalam surat Menteri Keuangan tersebut juga disebutkan 15 ruas dengan skema pembayaran langsung.

BACA JUGA: Lindungi Mata Air, Warga Tolak Rencana Pembangunan Apartemen

Sementara itu, ada 10 ruas tol dengan dua mekanisme pendanaan yakni dana talangan tanah dan pembayaran langsung yaitu ruas Batang—Semarang, Probolinggo—Banyuwangi, Bukittinggi—Padang Panjang—Lubuk Alung—Padang, Pasuruan—Probolinggi, Cileunyi—Sumedang—Dawuan, Semarang—Demak, Ciawi—Sukabumi—Ciranjang-—Padalarang, Serpong—Cinere, Cimanggis—Cibitung, Semanan—Sunter.

Kemudian, lima ruas tol dengan mekanisme pembayaran langsung saja yaitu ruas Pekanbaru—Bangkinang—Payakumbuh—Bukittinggi, Betung—Tempino—Jambi, Simpang Indralaya—Muara Enim, Jogja—Solo, dan Jogja—Bawen.

BACA JUGA: Belasan Pedagang Reaktif Covid-19, Pasar Bantul Terancam Ditutup 2 Sampai 3 Hari

"Tentunya pembayaran langsung ini boleh dikatakan mengalami kemajuan dari sisi jumlah ruas tol maupun jumlahnya. Sebelumnya, hanya ruas Semarang—Demak, sekarang 15 ruas tol. Terkait nilainya, [sebelumnya] hanya Rp97 miliar, sekarang dialokasikan Rp2,34 triliun," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa porsi terbanyak untuk pembayaran langsung ada di ruas Semarang—Demak dari Rp97 miliar, alokasinya menjadi Rp400 miliar.

Qoswara menyebutkan bahwa mekanisme pembayaran langsung terus diupayakan untuk diperbanyak.

"Selama ini lebih banyak dana talangannya. Jika menggunakan dana talangan, BUJT [badan usaha jalan tol] harus menalangi dana pengadaan tanah sehingga mengurangi cashflow mereka, tetapi jika bayar langsung berarti BUJT tidak perlu mengeluarkan dana dari cashflow-nya," jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia