Advertisement
Kasus Covid-19 Mereda, Inggris Mulai Longgarkan Lockdown
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Pekan ini, Johnson berencana menentukan bagian mana lagi dari ekonomi Inggris yang akan diizinkan untuk kembali beraktivitas pada Juli. Johnson juga dikabarkan akan melonggarkan langkah-langkah pembatasan sosial yang akan berdampak pada industri hiburan negara ini.
Advertisement
Perincian terkait hal ini direncanakan akan dipaparkan di hadapan Parlemen Inggris pada Selasa (23/6/2020) waktu setempat setelah penyampaian kesimpulan dari tinjauan aturan pembatasan jarak sosial (social distancing) sejauh 2 meter.
BACA JUGA : Warga Jogja Ramai-Ramai "Lockdown" Kampung
Level peringatan pandemi virus corona (Covid-19) Inggris diturunkan pekan lalu, setelah virus ini dinilai tidak lagi menyebar secara eksponensial pascalockdown yang diberlakukan selama hampir tiga bulan. Pedoman pemerintah pada tahap tersebut memungkinkan dilakukannya relaksasi langkah-langkah social distancing.
“Rencananya jelas menunjukkan hasil, karena jumlah infeksi baru menurun, jumlah pasien di tempat tidur berventilasi di rumah sakit misalnya turun, dan untungnya jumlah pasien yang sekarat turun,” tutur Menteri Kesehatan Matt Hancock dalam sebuah wawancara dengan BBC pada Minggu (21/6/2020).
“Kami akan melihat langkah lain dalam rencana itu,” tambah Hancock, seperti dilansir Bloomberg.
Sepekan setelah pemerintah mengimbau masyarakat untuk kembali berbelanja, Inggris berada di jalur untuk membuka kembali bagian ekonomi termasuk bisnis perhotelan.
“Setiap pelonggaran jarak sosial dapat dilakukan dalam kombinasi dengan langkah-langkah lain seperti mengenakan masker atau menggunakan layar di toko-toko,” katanya lagi.
BACA JUGA : Sejumlah Negara Ini yang Mulai Longgarkan Lockdown
Setelah menghadapi kritik selama berpekan-pekan seputar penanganan Covid-19, pemerintahan Johnson kini harus menyeimbangkan langkah kembali ke kondisi normal sambil membatasi risiko lonjakan baru dalam angka infeksi.
Pemerintahannya telah menghadapi tekanan khusus dari bagian-bagian industri hiburan dan perhotelan untuk melonggarkan social distancing agar memungkinkan industri ini beraktivitas kembali dengan cara yang layak secara finansial.
Pedoman terperinci akan dipublikasikan untuk setiap sektor sehingga bisnis-bisnis dapat dibuka kembali dengan aman, menurut pernyataan dari kantor Perdana Menteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 7 Januari 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Manchester United Resmi Pecat Ruben Amorim Usai Hasil Buruk
- Mandiri Ekonomi, 306 Keluarga di Kota Jogja Mundur dari PKH
- Buntut Tendangan Kungfu, PS Putra Jaya Pecat Muhammad Hilmi
- PLN UID Jateng dan DIY Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
- Pemkab Bantul Setop Tambang Ilegal di Bawuran Pleret
- Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
Advertisement
Advertisement



