Advertisement

IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir

Newswire
Minggu, 05 April 2026 - 22:07 WIB
Abdul Hamied Razak
IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran selatan pada 20 Agustus 2010 (ANTARA/Xinhua - Ahmad Halabisaz)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA) menegaskan bahwa fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) beserta area sekitarnya tidak boleh menjadi target serangan dalam kondisi apa pun.

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden terbaru di sekitar PLTN Bushehr, yang kembali terkena serangan pada Sabtu (4/4/2026).

Advertisement

Serangan Keempat dalam Beberapa Pekan

Dalam keterangannya melalui platform X, IAEA mengungkapkan bahwa sebuah proyektil menghantam area di sekitar PLTN tersebut pada pagi hari waktu setempat. Insiden ini menjadi yang keempat dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan informasi dari otoritas Iran, satu orang staf dilaporkan tewas akibat pecahan proyektil. Selain itu, sebuah bangunan di kawasan tersebut mengalami kerusakan akibat gelombang kejut dan serpihan.

Meski demikian, IAEA memastikan tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang terdeteksi hingga saat ini.

Peringatan Keras dari IAEA

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas nuklir merupakan objek vital yang harus dilindungi dari segala bentuk serangan.

Menurutnya, bangunan pendukung di area PLTN berpotensi menyimpan peralatan keselamatan penting yang sangat krusial untuk mencegah kecelakaan nuklir.

Grossi juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan nuklir di tengah konflik bersenjata. Ia menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna menghindari risiko yang dapat berdampak luas.

Eskalasi Konflik

Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dilaporkan terjadi berulang sejak operasi militer gabungan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat dimulai pada akhir Februari lalu.

Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan potensi eskalasi konflik yang tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga mengancam keselamatan global, khususnya terkait risiko kecelakaan nuklir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan

TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan

Gunungkidul
| Minggu, 05 April 2026, 23:37 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement