Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Pelatihan Vokasi Bekerja
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Peluru kendali balistik milik Iran, Fateh 110, saat diuji coba beberapa waktu lalu. – Wikipedia\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan militer di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah alutsista milik Amerika Serikat dalam operasi penyelamatan pilot tempur.
Juru bicara markas komando militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut pasukan Iran menembak jatuh dua pesawat angkut C-130 Hercules serta dua helikopter Black Hawk milik AS.
Menurutnya, insiden tersebut terjadi saat militer AS berupaya mengevakuasi kopilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dilaporkan jatuh.
Klaim Berbeda dari AS
Pihak Iran menyatakan operasi penyelamatan tersebut gagal total akibat serangan intens dari pasukan mereka. Namun di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim pilot yang terlibat dalam insiden tersebut telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman.
Trump juga menyebut operasi itu melibatkan puluhan pesawat militer.
Eskalasi Konflik
Situasi ini merupakan bagian dari konflik yang terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut diklaim sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.
Namun, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan. Sejak itu, aksi saling serang terus berlanjut dan meningkatkan ketegangan regional.
Ancaman Balasan Lebih Besar
Panglima Khatam Al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan Iran siap memberikan respons yang lebih besar jika infrastruktur negaranya kembali diserang.
Ia menyebut seluruh aset militer AS di Asia Barat serta infrastruktur Israel akan menjadi target balasan. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat waktu yang diberikan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
Risiko Konflik Lebih Luas
Dengan saling klaim dan meningkatnya intensitas serangan, situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase rawan eskalasi. Selain berdampak pada keamanan kawasan, konflik ini juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan global dan stabilitas ekonomi dunia.
Perkembangan terbaru masih terus dipantau, sementara dunia internasional mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Jadwal SIM Keliling Jogja 13 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 13 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.