Advertisement

Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Militer Dua C-130 dan Black Hawk AS

Newswire
Senin, 06 April 2026 - 03:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Militer Dua C-130 dan Black Hawk AS Peluru kendali balistik milik Iran, Fateh 110, saat diuji coba beberapa waktu lalu. Wikipediarnrn

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan militer di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah alutsista milik Amerika Serikat dalam operasi penyelamatan pilot tempur.

Juru bicara markas komando militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut pasukan Iran menembak jatuh dua pesawat angkut C-130 Hercules serta dua helikopter Black Hawk milik AS.

Advertisement

Menurutnya, insiden tersebut terjadi saat militer AS berupaya mengevakuasi kopilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dilaporkan jatuh.

Klaim Berbeda dari AS

Pihak Iran menyatakan operasi penyelamatan tersebut gagal total akibat serangan intens dari pasukan mereka. Namun di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim pilot yang terlibat dalam insiden tersebut telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman.

Trump juga menyebut operasi itu melibatkan puluhan pesawat militer.

Eskalasi Konflik

Situasi ini merupakan bagian dari konflik yang terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut diklaim sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.

Namun, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan. Sejak itu, aksi saling serang terus berlanjut dan meningkatkan ketegangan regional.

Ancaman Balasan Lebih Besar

Panglima Khatam Al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan Iran siap memberikan respons yang lebih besar jika infrastruktur negaranya kembali diserang.

Ia menyebut seluruh aset militer AS di Asia Barat serta infrastruktur Israel akan menjadi target balasan. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat waktu yang diberikan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.

Risiko Konflik Lebih Luas

Dengan saling klaim dan meningkatnya intensitas serangan, situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase rawan eskalasi. Selain berdampak pada keamanan kawasan, konflik ini juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan global dan stabilitas ekonomi dunia.

Perkembangan terbaru masih terus dipantau, sementara dunia internasional mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Solo-Jogja 6 April 2026, Cek Jam Keberangkatan Terbaru

Jadwal KRL Solo-Jogja 6 April 2026, Cek Jam Keberangkatan Terbaru

Jogja
| Senin, 06 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement