Perhatikan Hal Berikut jika Ingin Memulai Bisnis dengan Teman

Bisnis dengan teman
20 Juni 2020 10:57 WIB Nirmala Aninda News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Membuka bisnis bisa dilakukan sendiri, tapi juga bisa join atau kerjasama dengan teman. Namun, ketahuilah bahwa ada cara yang tepat untuk memulai bisnis dengan teman, dan juga cara yang tidak terlalu benar.

Dilansir melalui Fundera dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, memulai bisnis memang tidak mudah. Dan bermitra dengan orang favorit Anda akan mengurangi sebagian dari stres itu, atau setidaknya membuatnya lebih menyenangkan.

Anda juga perlu memastikan bahwa koneksi pribadi tidak akan memicu praktik bisnis yang ceroboh.

Emosi dapat memengaruhi operasional bisnis yang Anda jalani dengan teman, atau siapapun dalam hal ini, tetapi Anda juga perlu mengendalikan emosi itu untuk menjalankan bisnis Anda secara profesional.

Dengan demikian, memulai bisnis dengan teman mungkin dilakukan dengan beberapa langkah terbaik yang dapat Anda ikuti.

Menurut beberapa pengusaha yang berhasil memadukan bisnis dan persahabatan berikut saran tentang apa yang harus dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan, ketika Anda memulai bisnis dengan teman.

Hal yang harus dilakukan:

1. Jaga komunikasi dengan baik.

Ketika menjalani bisnis dengan orang lain, biasakan untuk mengkomunikasikan semua keputusan penting. Jangan membuat janji bisnis sendirian. Meskipun secara alami Anda memercayai teman-teman Anda, Anda masih perlu berkomunikasi dengan jelas tentang segalanya. Terutama untuk masalah yang sulit.

2. Tentukan peran masing-masing.

Tentukan dengan jelas jabatan dan tanggung jawab pekerjaan Anda di awal usaha. Ini akan memastikan bahwa organisasi Anda berjalan dengan lancar, dan meminimalkan risiko kebingungan, dan bahkan perebutan kekuasaan ketika bisnis mulai berkembang.

3. Tulis dengan jelas rencana bisnis.

Menyusun peta strategis untuk 1 hingga 5 tahun ke depan dalam kelangsungan bisnis Anda sangat penting untuk segala jenis usaha.

Bahkan, menyewa pengacara bisnis untuk membantu Anda menyusun rencana usaha mungkin adalah ide baik. Kita tidak pernah yakin akan masa depan, jadi pastikan semuanya memiliki rencana alternatif serta susun klausul yang melindungi kedua belah pihak jika sewaktu-waktu Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan bisnis.

Hal yang tidak boleh dilakukan:

1. Jangan memulai bisnis dengan teman hanya karena saling cocok/menyukai.

Pastikan Anda tahu segalanya dan seluk beluk mitra bisnis Anda. Berkomitmenlah pada transparansi itu bahkan sebelum Anda memulai bisnis. Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa Anda memulai bisnis dengan mitra yang tepat.

Jadi, bagaimana Anda bisa tahu apakah Anda dan teman Anda akan menjadi mitra bisnis yang hebat?

Berikut ini tip dari Bill Widmer: "Jika Anda dan teman atau pasangan Anda tidak dapat berkomunikasi secara produktif — atau jika setiap ketidaksepakatan berubah menjadi pertengkaran orang itu mungkin tidak cocok sebagai mitra bisnis."

2. Jangan membuat asumsi tentang tujuan atau komitmen satu sama lain terhadap bisnis Anda.

Kedua belah pihak harus sepakat sepenuhnya tentang apa yang ingin dicapai dari bisnis yang akan dimulai. Terlebih lagi, kedua belah pihak harus sejalan tentang memprioritaskan bisnis tersebut. Jadi, semua pihak terkait harus jelas tentang komitmen waktu yang diperlukan untuk jangka pendek dan jangka panjang.

3. Jangan mencampur masalah pribadi dan bisnis

Untuk membantu Anda memisahkan masalah pribadi dan profesional, ingatlah bahwa kantor adalah kantor, dan rumah adalah rumah. Percakapan Anda dengan mitra bisnis, yang juga teman terbaik Anda, harus tetap berada di sisi masing-masing dari garis itu.

4. Jangan biarkan bisnis Anda mengambil alih persahabatan.

Bisnis bisa gagal tapi persahabatan dapat bertahan selamanya. Ketika memulai bisnis dengan teman, luangkan waktu di luar jam kantor atau pada akhir pekan untuk membicarakan hal lain selain bisnis. Tentu jika kondisi dan waktunya memungkinkan.

Sumber : Bisnis.com