Vaksin Covid-19 untuk Semua Orang di Dunia, Mungkinkah?

Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
18 Juni 2020 20:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Hampir seluruh lembaga atau perusahaan farmasi di seluruh dunia kini tengah membuat vaksin Covid-19. Kendati masih berproses, sejumlah negara maju mengklaim telah memesan di muka untuk mengamankan pasokan vaksin bagi warganya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Palang Merah Internasional dan lembaga kemanusiaan dunia lainnya telah mengampanyekan bahwa semua orang berhak mendapatkan vaksin. Namun, belum ditemukan skema yang tepat untuk bisa mencapai tujuan tersebut.

Penasihat Hukum dan Kebijakan Senior Medecins Sans Frontieres di Jenewa Yuan Qiong Hu mengatakan bahwa banyak kendala yang harus diselesaikan dalam mengelola distribusi vaksin nantinya.

“Kami memiliki bayangan kalau semua orang bisa mendapatkan vaksin ini, tetapi belum ditemukan cara untuk melakukannya,” katanya seperti dikutip dari The Associated Press, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Pesanan Face Shields dari Sekolah di DIY & Jateng Meningkat Tajam

Menurutnya, dalam keadaan darurat pandemi seperti saat ini membuat semua pihak di setiap negara berhak mengembangkan dan memproduksi vaksinnya sendiri.

Dia pun memastikan jika ingin memenuhi kebutuhan vaksin bagi semua orang di dunia, semua negara harus bekerjasama dalam penyediaannya.

Sejumlah 'Negara Kaya' Sudah Pesan di Muka

Saat ini, di seluruh dunia, belasan vaksin Covid-19 dalam tahap awal pengujian dan beberapa lainnya direncanakan memasuki pengujian tahap akhir pada pengujung tahun ini atau awal tahun depan.

Namun, banyak negara maju mengaku telah memesan beberapa bakal calon vaksin tersebut, bahkan sebelum sang produsen memutuskan untuk memasarkannya.

Inggris dan Amerika Serikat telah menggelontorkan jutaan dolar ke beberapa calon vaksin, termasuk yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan diproduksi oleh AstraZeneca. 

Baca juga: 1.000 Lebih PDP Covid-19 di Jawa Tengah Meninggal Dunia

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa jika vaksin terbukti efektif, sebanyak 30 juta dosis pertama akan diperuntukkan bagi warga Inggris.

Sementara itu, AstraZeneca diketahui telah menandatangani perjanjian dengan Amerika untuk membuat sedikitnya 300 juta dosis bagi warga AS dan rencananya mulai dikirim pada awal Oktober 2020.

Tidak mau ketinggalan, negara-negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia dan Belanda juga telah mengikat perjanjian dengan AstraZeneca untuk penyediaan 400 juta dosis pada akhir tahun ini.

Namun, ada beberapa upaya global yang sedang dilakukan untuk memastikan negara-negara berkembang juga tetap bisa mengakses vaksin Covid-19. Salah satu upaya tersebut adalah melalui Aliansi Vaksin dan Imunisasi Global (GAVI).

Beberapa produsen vaksin juga diketahui telah berkomitmen untuk mendukung pemerataan vaksin bagi warga di negara-negara berkembang.

Kepala Penelitian Ilmiah Johnson & Johnson Paul Stoffels mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menjual vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin dengan tanpa mengambil keuntungan sepeserpun.

Senada, CEO AstraZeneca, Pascal Soriot juga telah berjanji untuk menyediakan vaksin tanpa mengambil keuntungan selama pandemi bagi negara-negara miskin dan berkembang.

Sumber : Bisnis.com