Advertisement
Apakah Corona Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Kata Para Ahli
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah ahli menyebut bahan makanan berisiko kecil menyebarkan virus Corona. Hal ini diungkapkan menyusul adanya dugaan salmon impor menjadi penyebab penyebaran virus corona di Beijing.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan bahwa makanan dapat menularkan virus. Pandangan tersebut diamini oleh juru bicara Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Kate Grusich yang mengatakan bahwa virus corona tidak bertahan lama di permukaan benda sehingga risiko penyebaran dari produk makanan atau kemasan sangat rendah.
Advertisement
Baca Juga: Hampir 1.000 Orang di Bantul Akan Rapid Test Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya
Chile, penjual salmon terbesar kedua setelah Norwegia, berusaha meyakinkan China bahwa produk mereka aman untuk diimpor setelah sejumlah pesanan dibatalkan. Otoritas Keamanan Pangan Norwegia juga mengatakan tidak ada kasus infeksi yang terbukti menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Dugaan penyebaran melalui makanan muncul setelah penelusuran infeksi virus corona berujung di papan pemotong penjual salmon impor di sebuah pasar di Beijing. Meskipun ada kemungkinan orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke papan pemotongan tersebut, banyak produk salmon yang telah ditarik dari supermarket besar sementara para ahli memperingatkan orang-orang untuk tidak mengkonsumsi ikan yang kaya omega-3 tersebut.
Baca Juga: Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19 & Banyak Dijual Murah di Apotek, Ini Harganya
Hanya ada beberapa contoh kecil penularan virus corona dari hewan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan bahwa daging yang dimasak dengan matang dari ternak yang sehat aman, tetapi memperingatkan orang untuk menghindari daging dari hewan liar atau ternak yang sakit.
Para ahli kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa penularan dapat terjadi secara tidak langsung dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi, meskipun CDC mengatakan pada akhir Mei bahwa cara tersebut kemungkinan besar bukan media utama penyebaran virus.
Baca Juga: 5 Pasien Covid-19 di Jogja OTG, Pemkot Rapid Test Acak kepada 618 Warga dari 35 Kelurahan
Belum ada bukti jelas apakah virus dapat ditularkan melalui makanan beku yang kemudian dicairkan. Seorang profesor di Boston University School of Public Health, David Hamer, mengatakan bahwa meskipun tidak ada bukti bahwa Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.
"Hal ini menimbulkan banyak kekhawatiran tentang prospek pergerakan global pasokan makanan. Ini bisa memicu kepanikan jika orang berpikir makanan mereka bisa menjadi penyebab infeksi,” ungkap Hamer, seperti dikutip Bloomberg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
- Serangan AS-Israel ke Iran, 4 Penerbangan Internasional Bali Tertunda
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca DIY 28 Februari 2026, Hujan Ringan Merata
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 28 Februari 2026, Cek Lokasinya
- Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman 28 Februari 2026
- KPK Sebut Suap di Bea Cukai Dilakukan Semua Level Pejabat
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja 28 Februari 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Jadwal KA Bandara YIA Xpress 28 Februari 2026 dari Tugu
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 28 Februari 2026, Lokasi dan Jam
Advertisement
Advertisement









