Positif Covid-19 di Dunia Capai 7,4 Juta Kasus, di AS Naik 1,1 Persen

Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara
11 Juni 2020 10:17 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah kasus infeksi virus Corona (Covid-19) di seluruh dunia merangkak hingga menembus 7,4 juta. Lonjakan angka kasus di beberapa negara bagian Amerika Serikat memicu kekhawatiran atas datangnya gelombang kedua virus mematikan ini.

Dikutip dari www.worldometers.info, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai total 7.444.538 hingga Rabu (10/6/2020) tengah malam waktu GMT atau Kamis (11/6/2020) pagi WIB.

Sebanyak 3.722.498 orang di antara jumlah tersebut dinyatakan berhasil sembuh, 418.123 pasien meninggal dunia, dan 3.303.917 pasien masih terinfeksi.

Kontribusi terbesar banyaknya kasus infeksi tetap dipegang AS yang mencatat 2.065.474 atau mengalami penambahan sebanyak 19.925 pasien baru pada Rabu. Di antara jumlah kasus tersebut, 801.354 orang dinyatakan sembuh dan 115.126 pasien meninggal dunia.

Pada Rabu, negara bagian Texas mencatat 2.504 kasus baru akibat Covid-19. Angka ini adalah yang tertinggi secara harian sejak pandemi Covid-19 bermula, menurut data departemen kesehatan setempat.

Secara persentase, lonjakan angka kasus baru pada Rabu di Texas mencapai sebesar 3,2 persen, melampaui rata-rata kenaikan sebesar 2,2 persen dalam tujuh hari.

Sementara itu, angka kematian baru naik 1,7 persen menjadi 1.885, peningkatan paling tajam dalam sepekan, dan jumlah rawat inap naik 4,7 persen menjadi 2.153, kenaikan keempat berturut-turut secara harian.

Di sisi lain, hanya berselang satu bulan menjelang dibukanya kembali (reopening) aktivitas perekonomian, Florida melaporkan 8.553 kasus baru pekan ini, tertinggi di antara data mingguan yang tercatat.

Secara keseluruhan, angka kasus baru di AS naik 1,1 persen pada Rabu, menurut data yang dihimpun Johns Hopkins University and Bloomberg News.

Angka itu sejalan dengan rata-rata peningkatan harian dalam tujuh hari. Padahal, pada Selasa (9/6/2020), angka kasus harian Covid-19 mencatat kenaikan terkecil sejak Maret.

“Ada gelombang baru yang datang di beberapa bagian negara itu. Ini [gelombang baru] kecil dan tampak jauh hingga kini, tetapi akan datang,” ujar pakar dari Johns Hopkins Center for Health Security, Eric Toner, dikutip dari Bloomberg.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS Anthony Fauci menyebut pandemi Covid-19 adalah mimpi terburuknya. Ia memperingatkan bahwa gempuran virus mematikan ini masih jauh dari kata usai.

“Dengan sejumlah negara dan negara bagian kini mulai keluar dari lockdown, masih ada risiko virus tersebut juga akan kembali,” tutur Fauci secara virtual kepada kelompok industri Biotechnology Innovation Organization pada Selasa (9/6/2020).

“Infeksi itu tidak akan hancur sendiri hanya dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat. Kita akan membutuhkan vaksin untuk seluruh dunia, miliaran dosis,” tambahnya.

Angka-angka terbaru yang dilaporkan oleh AS pada Rabu semakin mengukuhkan posisi negeri berekonomi terbesar di dunia ini sebagai negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa terbanyak di dunia akibat Covid-19.

Berturut-turut menyusul banyaknya jumlah kasus di AS adalah Brasil, Rusia, dan Inggris (lihat tabel). Sementara itu, China, negeri asal virus Corona jenis baru tersebut, bercokol di posisi 18.

Dari sisi jumlah korban jiwa, menyusul Amerika Serikat, Inggris mencatat angka kematian tertinggi yakni 41.128 orang, disusul Brasil dan Italia, sedangkan China tak mengalami penambahan dengan total 4.634 korban jiwa hingga Rabu.

Virus Covid-19 sendiri telah menyebar ke total 213 negara di dunia. Di Indonesia, yang berada di posisi 32, tercatat 34.316 orang telah terinfeksi, dengan 1.959 pasien di antaranya meninggal dunia dan 12.129 orang sembuh.

Update Virus Corona 10 Negara Teratas

Negara

Jumlah Kasus Terbanyak

Jumlah Korban Jiwa

Jumlah Pasien Sembuh

Amerika Serikat

2.065.474

115.126

801.354

Brasil

775.184

39.797

380.300

Rusia

493.657

6.358

252.783

Inggris

290.143

41.128

N/A

Spanyol

289.360

27.136

N/A

India

287.155

8.107

140.979

Italia

235.763

34.114

169.939

Peru

208.823

5.903

98.031

Jerman

186.866

8.844

170.700

Iran

177.938

8.506

140.590

Sumber: worldometers

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia