KPK Periksa Lagi Yuddy Renaldi dalam Kasus Bank BJB, Ini Fokus Penyidik
KPK kembali memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai saksi untuk penghitungan kerugian negara dalam kasus pengadaan iklan.
Ashanty saat wisuda. /Okezone-Sarah
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyanyi Ashanty kembali membuka bisnis kulinernya setelah terpaksa tutup karena pembatasan aktivitas akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Istri Anang Hermansyah itu mengaku senang karena aktivitas telah berangsur pulih. Meski demikian sejumlah adaptasi normal baru pun coba ia terapkan di toko kuenya yang berada di kawasan Pondok Indah sesuai dengan anjuran pemerintah.
"Jadi Alhamdulillah sekarang udah mulai ngantor. Udah bisa buka tapi cuma take away juga, tapi mesti jaga jarak kan ikutin protokol kesehatan," kata Ashanty saat berbincang di Jakarta, Senin (9/5/2020).
"Udah mulai ini, mulai masuk kantor, kan udah dua bulan lebih di rumah, paling keluar sekali dua kali," kata dia.
Walaupun pengunjung belum ramai seperti biasanya, namun Ashanty tetap bersyukur.
Dia mengatakan, anak-anaknya juga perlahan kembali beraktivitas di tengah adaptasi normal baru.
"Arsy dan Arsya sehat itu lagi berenang, jadi karena kita new normal mulai aktivitas, mulai kegiatan berenang. Lusa aku mau ke Sukabumi kan ngajak anak anak mau ketemu keluarga di sana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK kembali memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai saksi untuk penghitungan kerugian negara dalam kasus pengadaan iklan.
Dishub Jogja menjaring 24 kendaraan dalam operasi gabungan di Jalan Bantul. Mayoritas pelanggaran terkait masa berlaku uji KIR.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY resmi membuka Yogyakarta Komik Week 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Selasa (8/9/2026).
Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi ditutup sementara setelah kebakaran sekitar setengah hektare terjadi di kawasan puncak.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.