Anak Gajah Yuna Mati Diduga Terinfeksi Virus EEHV di Aceh
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Ashanty saat wisuda. /Okezone-Sarah
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyanyi Ashanty kembali membuka bisnis kulinernya setelah terpaksa tutup karena pembatasan aktivitas akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Istri Anang Hermansyah itu mengaku senang karena aktivitas telah berangsur pulih. Meski demikian sejumlah adaptasi normal baru pun coba ia terapkan di toko kuenya yang berada di kawasan Pondok Indah sesuai dengan anjuran pemerintah.
"Jadi Alhamdulillah sekarang udah mulai ngantor. Udah bisa buka tapi cuma take away juga, tapi mesti jaga jarak kan ikutin protokol kesehatan," kata Ashanty saat berbincang di Jakarta, Senin (9/5/2020).
"Udah mulai ini, mulai masuk kantor, kan udah dua bulan lebih di rumah, paling keluar sekali dua kali," kata dia.
Walaupun pengunjung belum ramai seperti biasanya, namun Ashanty tetap bersyukur.
Dia mengatakan, anak-anaknya juga perlahan kembali beraktivitas di tengah adaptasi normal baru.
"Arsy dan Arsya sehat itu lagi berenang, jadi karena kita new normal mulai aktivitas, mulai kegiatan berenang. Lusa aku mau ke Sukabumi kan ngajak anak anak mau ketemu keluarga di sana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.