Jawa Tengah Catatkan Pertumbuhan Kematian Paling Banyak

Ilusrasi-Petugas medis menujukkan alat rapid test saat rapid test massal di pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan. - ANTARA/Darwin Fatir.\\n\\n
07 Juni 2020 20:27 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali melaporkan perkembangan soal data terakhir terkait penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Tercatat pada Minggu (7/6/2020) angka kematian akibat Covid-19 bertambah sebanyak 50 orang. Alhasil total kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 1.851 jiwa.

“Kasus sembuh total adalah naik 591 total menjadi 10.498 dan orang meninggal bertambah 50 menjadi 1851,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (7/6/2020).

Bedasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terdapat dua provinsi yang menyumbang pertumbuhan angka kematian mencapai hingga 88% dari total pertumbuhan kasus kematian nasional.

Keduanya adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tercatat provinsi Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi sebanyak 22 orang.

Di posisi kedua ada Jawa Timur dengan total pertumbuhan kematian mencapai 20 orang.

Adapun pada hari ini tercatat hanya 5 provinsi yang mengalami pertumbuhan angka kematian akibat Covid-19. Selain Jawa Timur, dan Jawa Tengah, tiga provinsi lainnya adalah DKI Jakarta dengan 5 kematian, Sulawesi Utara dengan 2 kematian, dan Kalimantan Selatan dengan 1 kematian.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 pada Minggu (7/6/2020) mencapai 40.370 orang, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 14.197 orang.

Yuri mengatakan data orang dalam pemantauan (ODP) yang diumumkan merupakan jumlah orang yang masih dalam proses pemantauan dan belum terkonfirmasi hasil pemeriksaannya per hari ini.

Yuri menyebutkan hari ini sebanyak 11.924 spesimen telah diperiksa, baik melalui pemeriksaan real time PCR maupun tes cepat molekuler (TCM). Angka tersebut berada di atas target pemeriksaan harian sebanyak 10.000 spesimen. Secara total, hingga hari ini telah diperiksa 405.992 spesimen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia