Longgarkan Jam Malam, Kasus Covid-19 di Arab Saudi Jadi Melonjak

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
07 Juni 2020 08:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, RIYADH– Kebijakan pelonggaran jam malam di Arab Saudi justru berbuntut lonjakan kasus Covid-19.

Arab Saudi melaporkan 3.121 kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, total kejadian infeksi corona di kerajaan itu kini menjadi 98.869 kasus. Ini adalah lonjakan harian tertinggi kasus Covid-19 di Arab Saudi sejauh ini.

Dilansir Alarabiyah, Sabtu (6/6/2020), dari seluruh temuan kasus baru itu, Ibu Kota Riyadh mencatatkan jumlah terbesar yakni sebanyak 900 kasus infeksi yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Berikutnya, Jeddah melaporkan jumlah kejadian infeksi baru tertinggi kedua, dengan 572 kasus ditemukan.

Kasus-kasus lain terdeteksi di kota-kota dan provinsi-provinsi di seluruh negeri padang pasir itu. Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengumumkan, ada 34 orang meninggal karena Covid-19 di negara itu dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, total pasien meninggal dunia terkait virus corona di Arab Saudi per hari ini menjadi 676 jiwa.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Arab Saudi juga bertambah menjadi 71.791 orang, setelah 1.175 pasien dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir.

Arab Saudi telah memberlakukan kembali beberapa kebijakan pembatasan di Kota Jeddah mulai dari Sabtu (6/6/2020) ini hingga 20 Juni mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menahan laju penyebaran virus corona (Covid-19) yang kembali melonjak di kota itu.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan, kebijakan baru yang diambil kerjaaan termasuk membatasi pergerakan lewat jam malam di semua area Kota Jeddah mulai dari jam 15.00 hingga pukul 06.00. Pemerintah juga menghentikan semua kehadiran di tempat kerja bagi para karyawan di sektor swasta dan publik, dan melarang orang-orang makan di semua restoran dan kafe.

Seorang pejabat dari Kementerian Dalam Negeri kemarin juga mengatakan, Kementerian Kesehatan akan memantau jumlah kasus yang dilaporkan di Riyadh dalam beberapa hari mendatang. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah langkah-langkah pembatasan ketat perlu diterapkan kembali di ibu kota Arab Saudi itu.

Sampai sekarang, semua kota di luar Jeddah dan provinsi lain belum menunjukkan tanda-tanda akan memberlakukan kembali pembatasan itu. Akan tetapi, jika situasi memburuk di kota atau provinsi tertentu, kementerian akan memperbarui peraturannya di daerah yang bersangkutan.

Sebelumnya, Arab Saudi sempat mengalami penurunan kejadian baru infeksi Covid-19 di bawah 2.000 kasus selama 8 hari berturut-turut dari pekan terakhir Mei hingga 2 Juni lalu. Namun, sejak aturan pembatasan (termasuk jam malam) dilonggarkan, tampaknya ada tren kenaikan lagi pada lonjakan harian kasus infeksi corona di negeri itu.

Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Arab Saudi Dapat Rekor usai Longgarkan Jam Malam, 3.121 Kasus Covid-19 Sehari"

Sumber : iNews.id