Andi Gani Kembali Diangkat Jadi Presiden Komisaris BUMN

Andi Gani Nena Wea. - Antara
05 Juni 2020 10:37 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Loyalis Joko Widodo, Andi Gani Nena Wea kembali menjadi Presiden Komisari PT. Pembangunan Perumahan (PP).


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Novel Arsjad sebagai Direktur Utama PT. Pembangunan Perumahan (PT PP) (Persero) Tbk. Novel sebelumnya menjabat Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.


Novel Arsyad menggantikan bos PT PP sebelumnya Lukman Hidayat. Pengangkatan Novel ini melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 PT PP pada Kamis (4/6/2020). 


Dalam RUPST tersebut juga memutuskan, Andi Gani Nena Wea terpilih kembali menjadi presiden komisaris. Ini merupakan periode keduanya menempati posisi tersebut.


Andi Gani merupakan Presiden komisaris BUMN termuda. Pada saat diangkat, usianya baru 39 tahun. Andi Gani juga dikenal sebagai sahabat dekat dan loyalis Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta.


Andi Gani yang juga dikenal sebagai pimpinan konfederasi buruh ASEAN dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang merupakan konfederasi buruh terbesar di Tanah Air, terbukti mengkritisi kebijakan pemerintah terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Hingga akhirnya RUU tersebut ditunda oleh Presiden Jokowi.


Presiden Komisaris PTPP Andi Gani mengaku ini sebagai amanah besar karena telah dipercaya menjadi Presiden Komisaris perusahaan BUMN konstruksi terkemuka.

"Saya bersyukur atas amanah yang diberikan pada saya. Apalagi ini untuk kedua kalinya," katanya, Jumat (5/6/2020).


Dia pun berkomitmen agar PTPP semakin baik di bawah pengawasannya. Bidang usaha utama PT PP adalah pelaksana konstruksi bangunan gedung dan sipil.


PT PP juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya, seperti manajemen gedung dan pengembangan properti.

Berikut susunan dewan komisaris dan direksi perseroan yang baru:

Komisaris Utama/independen: Andi Gani Nena Wea

Komisaris: Sumardi

Komisaris: Ernadhi Sudarmanto

Komisaris: Hady Rahardian

Komisaris: Loso Judijanto

Komisaris Independen: Noor Rochmad


Direktur Utama: Novel Arsjad

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Agus Purbianto

Direktur Strategi Korporasi dan Human Capital Management : Yulari Pramuraharjo

Direktur Operasi I: Anton Satyo Hendriatmo

Direktur Operasi ll : Mohamad Toha Fauzi

Direktur Operasi lll : Eddy Herman Harun

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia