Advertisement
Indonesia Dinilai Masih Rawan Terapkan New Normal
Suasana lengang terlihat di Pantai Ancol, Jakarta, Jumat (29/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia terbilang masih riskan untuk menerapkan tatanan hidup baru atau new normal dalam waktu dekat. Pasalnya, angka penularan virus corona masih terbilang tinggi.
Hingga Selasa, (2/6/2020) tercatat kasus positif Covid-19 berada di angka 27.549. Terjadi peningkatan 609 kasus dari sebelumnya, sebanyak 26.940 kasus.
Advertisement
"Angka kita masih terlalu riskan. Kita masih merah, jumlah kasus masih terus meningkat, kalau dipaksakan, ketika orang akan kembali beraktifitas maka angka infeksi masih cukup tinggi," ujar Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi, Profesor Ari Fahrial Syam dalam diskusi online, kemarin malam.
Angka kematian di Indonesia juga tergolong besar yakni 6 persen. Data terakhir menyentuh angka 1.641 orang. Sedangkan Korea Selatan yang mampu menekan angka kematian saja, akhirnya kembali menerapkan pembatasan sosial, tak lama setelah menerapkan new normal.
Selain itu, kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Dalam hal ini, apakah jaminan apakah mereka menjalankan protokol kesehatan.
Masyarakat pun dinilai masih belum mampu memilah dan memilih informasi yang tepat terkait Covid-19 hingga akhirnya turut menyebarkan hoax yang berujung merugikan dirinya dan orang lain.
"Masyarakat masih banyak yang tidak cerdas. Tidak kritis membaca informasi. Ini dilema buat kita kalau mau diterapkan new normal," sebut Ari.
Adapun new normal merupakan kondisi dimana setiap orang harus menghadapi kehidupan baru dengan menaati protokol kesehatan. New normal kata Ari berbeda dengan herd immunity.
Herd immunity adalah keadaan dimana 70 - 80 persen penduduk di suatu negara sudah memiliki imunitas terhadap infeksi. Imunitas tersebut bisa terjadi karena alami. Tentu kata Ari ada pengorbanan di situ karena jumlah orang yang meninggal bisa lebih banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
Advertisement
Tanah Ambles dan Keluarga Mengungsi, Rumah di Panggang Akan Direlokasi
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Penculikan Gagal di Perbatasan Solo-Sukoharjo, 3 Pelaku Ditangkap
- 82 Warga Masih Tertimbun Longsor Pasirlangu Bandung Barat
- Kronologi Detik-Detik Pohon Randu UGM Tumbang Tewaskan Dua Pengendara
- Bali United Ditahan Semen Padang 3-3 di Stadion Dipta
- Persipura Gagal Menang di Kandang, PSS Sleman Bawa Pulang Satu Poin
- Gol Telat Matheus Alves Bawa Persita Tahan Bhayangkara FC
- Kabur Seusai Gagal Menculik di Sukoharjo, Pelaku Tabrak 8 Orang
Advertisement
Advertisement



