Obat Kumur Diklaim Bisa Hambat Penyebaran Virus Corona

Obat kumur mulut bisa mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19) - Istimewa
27 Mei 2020 21:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat kumur atau obat pencuci mulut yang tersedia untuk umum, secara teori dapat menghambat penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dilansir dari Medical News Today, Rabu (27/5/2020) tim di balik tinjauan tersebut meminta penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengkonfirmasi spekulasi tersebut. Jika uji klinis terbukti efektif, ini akan memberikan alternatif cara mengurangi penyebaran virus.

Sejak kemunculannya yang tiba-tiba dan penyebarannya yang masif, para ilmuwan dan peneliti telah memfokuskan pengembangan vaksin untuk melindungi orang-orang yang rentang terinfeksi Covid-19 dan mengalami gejala parah karenanya.

Namun, vaksin yang efektif baru akan tersedia setidaknya 1 tahun mendatang. Sementara itu, ilmuwan lain berfokus pada cara mengurangi tingkat infeksi ke tingkat yang bisa dikendalikan sehingga tidak membanjiri unit perawatan intensif rumah sakit.

Sebagaimana diketahui, SARS-CoV-2 adalah virus yang diselimuti dan menciptakan membran luar dengan menempel pada sel-sel organisme inang. Membran ini memungkinkan virus untuk bereplikasi secara efektif.

Oleh sebab itu, jika para ilmuwan dapat mengganggu proses ini, maka hal tersebut mungkin dapat memperlambat penyebaran virus dalam suatu organisme. Menggunakan air, sabun, dan disinfektan dapat mengganggu dan membunuh virus.

Inilah sebabnya mengapa otoritas dan organisasi kesehatan mendorong orang untuk mencuci tangan dan permukaan dengan sabun atau produk berbasis alkohol secara teratur.

Adapun, hal lain yang diketahui tentang virus ini adalah bahwa virus bereplikasi secara signifikan di tenggorokan. Ini berarti bahwa pasien Covid-19 cenderung memiliki konsentrasi virus tertinggi di daerah tersebut.

Oleh sebab itu, para peneliti berspekulasi bahwa obat kumur berbasis alkohol yang bersentuhan dengan tenggorokan seseorang diyakini dapat menghambat penularan virus atau mengurangi keparahannya.

Sederhananya, jika penyebaran virus yang signifikan berasal dari tenggorokan, maka masuk akal untuk menguji kemanjuran produk yang berpotensi membunuh virus di lokasi tersebut.

Para penulis penelitian juga mencatat bahwa karena kecepatan virus corona baru muncul, masih banyak yang harus dipelajari tentang bagaimana fungsinya. Dengan demikian, teori mereka bergantung pada asumsi tertentu yang mungkin ternyata tidak berdasar.

Setelah mempelajari berbagai literatur, para peneliti menemukan ada alasan bagus untuk menggangap bahwa beberapa produk rendah alokohol secara teori dapat mengganggu virus SARS-CoV-2. Para penulis memperjelas bahwa bagaimana pun penelitian mereka masih spekulatif.

Para peneliti perlu melakukan lebih banyak pengetesan untuk menemukan apakah obat kumur akan memengaruhi virus corona baru.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia