M Nuh Mengundurkan Diri, Lelang Motor Listrik Dibuka Lagi dan Segera Diumumkan

Pemenang lelang sepeda motor listrik milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditandatangani Presiden telah laku terjual senilai Rp2,5 miliar dalam acara konser amal virtual pada Minggu (17/5/2020), ditangkap polisi. - Ist/dok
22 Mei 2020 15:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, Jakarta - Sepeda motor listrik milik Presiden Joko Widodo telah dilelang kembali dan pemenangnya diumumkan pada Jumat (22/5/2020) siang ini.

Menurut Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, lelang tersebut dilakukan lagi setelah pemenang lelang sebelumnya, M Nuh mengundurkan diri.

"Bahkan ada yang 'ngebit' di batas Rp2,55 miliar setelah mendengar M Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu mundur," kata Bamsoet kepada para wartawan.

Dia mengaku banyak pengusaha yang menghubunginya mengajukan penawaran untuk memiliki motor listrik yang telah ditandatangani Presiden Jokowi tersebut.

Menurut dia, peminat motor listrik Gesits milik Jokowi itu sangat banyak dan mereka sangat ingin memiliki motor yang telah ditandatangani Presiden tersebut.

"Mereka ingin memiliki motor dengan tanda tangan presiden yang akan menjadi kenangan dan koleksi seumur hidupnya," ujarnya.

Dia mengatakan, pemenang lelang dengan harga tertinggi akan diumumkan pada Jumat pukul 14.00 WIB.

Menurut dia, sebenarnya pemenang lelang akan diumumkan pada Kamis (21/5/2020) namun dibatalkan karena hari besar keagamaan.

"Seharusnya kemarin [Kamis, 21/5/2020] alan kami umumkan namun terbentur hari besar [keagamaan]," katanya.

Sebelumnya, dalam konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5/2020) digelar lelang motor listrik merk Gesits yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Dalam lelang tersebut, motor listrik Presiden Jokowi mampu terjual dengan harga Rp 2,550 miliar yang dimenangkan M Nuh yang mengaku sebagai seorang pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi.

M. Nuh mengalahkan Gabriele Mowengkang, pengusaha Manado, yang mengajukan penawaran Rp2,5 miliar, Maruarar Sirait Rp 2,2 miliar dan Warren Tanoe Soedibyo Rp 1,550 miliar.

Dalam perkembangannya, diberitakan bahwa M Nuh diduga bukan seorang pengusaha namun merupakan buruh harian lepas yang tinggal di Jambi. M Nuh juga sempat diminta keterangan oleh Polda Jambi terkait persoalan tersebut.

Bamsoet mengatakan terkait pemeriksaan M Nuh oleh Polda Jambi, dirinya sudah mohon untuk dilepaskan. Menurut dia, pihaknya merasa tidak ada masalah dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Sumber : Suara.com