Advertisement

Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Pekan, Siap Buka Selat Hormuz

Sunartono
Rabu, 08 April 2026 - 08:17 WIB
Sunartono
Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Pekan, Siap Buka Selat Hormuz Bendera Iran.

Advertisement

Harianjogja.com, TEHERAN— Pemerintah Iran mengirim sinyal kuat deeskalasi dengan membuka akses di Selat Hormuz selama dua pekan ke depan, sembari menawarkan penghentian operasi pertahanan militer dengan syarat tertentu.

Langkah ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan yang belakangan meningkat di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

"Atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, kami menyatakan bahwa jika serangan terhadap Iran dihentikan, maka Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi pertahanan mereka," ujar Araghchi dalam keterangan tertulisnya yang diunggah melalui akun X, Rabu (8/4/2026).

Selain membuka jalur pelayaran vital tersebut, Iran juga menegaskan bahwa akses tetap berada di bawah pengawasan ketat militer untuk menjaga keamanan selama masa transisi.

Inisiatif ini muncul di tengah upaya mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah Pakistan, termasuk peran Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Field Marshal Asim Munir dalam mendorong dialog damai di kawasan.

Di sisi lain, Amerika Serikat disebut telah memberikan sinyal positif terhadap kerangka negosiasi baru yang diajukan Iran. Bahkan, laporan menyebutkan Presiden AS telah menerima proposal 10 poin sebagai dasar pembicaraan lanjutan.

Jika proses ini berjalan sesuai rencana, kedua pihak diharapkan segera memasuki tahap negosiasi resmi. Kesepakatan tersebut dinilai penting tidak hanya bagi stabilitas kawasan, tetapi juga bagi keamanan jalur energi global dan perekonomian dunia.

Adapun Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menangguhkan operasi militer besar-besaran Amerika Serikat ke wilayah Iran. Keputusan strategis ini diambil menyusul adanya komunikasi intensif antara Gedung Putih dengan otoritas Pakistan sebagai mediator.

​Langkah penundaan ini disepakati Trump setelah menjalin diskusi mendalam dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Sebagaimana diketahui, Pakistan memegang peran krusial sebagai penengah dalam upaya deeskalasi konflik antara AS dan Iran.

​Dalam pernyataan resminya pada Selasa (7/4/2026), Trump mengonfirmasi bahwa penundaan pemboman ini berkaitan erat dengan komitmen Iran untuk menjamin jalur perdagangan energi dunia.

​"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Bus DAMRI YIA Rabu 8 April 2026, Jalan Tiap Jam

Jadwal Bus DAMRI YIA Rabu 8 April 2026, Jalan Tiap Jam

Jogja
| Rabu, 08 April 2026, 10:07 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement