Ini Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak di Tengah Gencarnya PSBB

Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
15 Mei 2020 17:17 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus Covid-19 secara nasional melonjak di saat sejumlah daerah gencar melakukan PSBB.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan tren kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah daerah maupun tingkat nasional disebabkan karena kapasitas pemeriksaan sampel di tengah masyarakat yang kian masif.

“Jika terjadi lonjakan kasus baru tiap harinya di tengah PSBB itu karena memang pengadaan jejaring laboratorium yang semakin banyak di Indonesia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati saat memberi keterangan dalam diskusi KIP di RRI, Jakarta, pada Jumat (15/5/2020).

Selain itu, Jati mengimbuhkan, kapasitas pemeriksaan PCR dan ketersediaan reagen hingga saat ini cukup untuk mendongkrak laju pemeriksaan di tengah masyarakat.

“Sehingga wajar jika angka kasus positif makin kelihatan. Jika PDP dan ODP dijumlah pasti akan ada pelonjakan bukan berarti itu akibat PSBB longgar itu mesti dilihat juga fakta di lapangan,” kata dia.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menuturkan sejauh ini kurva Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat.

“Tidak ada analisis yang bisa mengarah pada kurva landai. Kasus setiap hari naik bahkan diumumkan semakin signifikan,” kata Hermawan melalui pesan suara kepada Bisnis, Jakarta, pada Senin (11/5/2020).

Dengan demikian, menurut dia, saat ini pemerintah seharusnya meningkatkan jangkauan serta wilayah dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dia menilai langkah pemerintah untuk melonggarkan PSBB justru bertentangan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Buat kami dari praktisi kesehatan publik, langkah ini mundur sekali,”ujarnya.

Hermawan mengkhwatirkan pelonggaran PSBB itu justru bakal menimbulkan sejumlah transmisi lokal penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Apalagi, dia mengimbuhkan, moda transportasi dan izin kembali bekerja diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

Sumber : Bisnis.com