Advertisement
Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Pabrik AS yang Direlokasi dari China
Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG - Lahan seluas 4.000 hektare yang masuk dalam rencana pengembangan Kawasan Industri Brebes (KIB) disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk menampung relokasi pabrik Amerika Serikat (AS) dari China.
Namun demikian, Pemprov Jateng menyebut bahwa pemenuhan lahan untuk keperluan relokasi pabrik Amerika dari China tersebut perlu didukung oleh dana dari pemerintah pusat. Hal itu karena keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Advertisement
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng Prasetyo Aribowo mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo telah melakukan video conference dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan soal rencana relokasi industri AS dari China.
"Sudah ada perintah untuk menyiapkan. Tapi, sekali lagi problem-nya adalah pembiayaan pembebasan lahan sangat terbatas sekali," kata Prasetyo kepada Bisnis, Minggu (10/5/2020).
Dalam catatan Bisnis, Kawasan Industri Brebes (KIB) bakal menelan investasi senilai Rp2 triliun. Jika merujuk ke Peraturan Presiden No.79/2019, sumber pembiayaan pembangunan kawasan ini berasal dari Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.
KIB juga merupakan satu dari tiga kawasan prioritas yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Dua lainnya yakni Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
Prasetyo menambahkan saat ini proses pembangunan KIB masih dalam tahap penentuan lokasi. Artinya masih ada tahapan-tahapan lainnya yang perlu disiapkan mulai dari pembuatan masterplan, pembebasan lahan hingga akhirnya pembangunan infrastruktur.
Kendati demikian, baik dari aspek regulasi maupun tata ruang, Kawasan Industri Brebes sudah memiliki legalitas untuk dikembangkan untuk menampung relokasi pabrik milik AS dari China.
"Sekarang sedang dirumuskan oleh pemerintah pusat terkait dengan pembiayaan pembebasan lahan dan infrastrukturnya. Kalau tidak disuntik Pusat terus terang sulit," tegasnya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan akan merelokasi sejumlah pabrik di China ke Indonesia setelah kedua negara tersebut terus bersitegang.
Hal itu disampaikan Donald Trump saat menelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam bincang-bincang di RRI, Minggu (10/5/2020).
Luhut menyampaikan bahwa dirinya diminta Presiden Jokowi untuk menjalin komunikasi dengan pembantu Presiden Trump. Menurutnya, pemerintah menyediakan lahan seluas 4.000 hektare untuk menampung relokasi pabrik AS dari China.
Dia menguraikan, lokasi indutri tersebut berada di Jawa Tengah. Tempat itu, sambungnya, akan dijadikan zona ekonomi eksklusif khusus untuk industri farmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
Advertisement
Gelar Salat Gaib di Mapolda DIY, Ini Penjelasan HMI Sleman
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- 1.494 Calon Haji Sleman Penuhi Syarat Kesehatan
- Sidang Hibah Sleman, Ahli Urai Unsur Penyalahgunaan
- Toyota Australia Tarik 11.020 Land Cruiser 300
- Jadwal SIM Keliling Bantul 24 Februari 2026: Di MPP
- Komisi C DPRD DIY Kawal Perbaikan Drainase di Mlati
- Manchester United Tekuk Everton 1-0, Sesko Jadi Penentu
- Jadwal SIM Keliling Sleman 24 Februari 2026: Di Mitra 10
Advertisement
Advertisement







