Empat Tantangan Sekolah Jarak Jauh

Ilustrasi orang belajar online - istimewa
06 Mei 2020 09:57 WIB Dewi Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah mewajibkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona penyebab Covid-19. Untuk itu, setiap institusi pendidikan baik sekolah, universitas, maupun lembaga pendidikan lainnya harus memanfaatkan teknologi digital guna mendukung kegiatan belajar mengajar.

Masih banyak institusi pendidikan yang tergagap dengan perubahan cara belajar yang begitu tiba-tiba harus dilakukan semua dari rumah atau home based learning.  Kesalahan dalam pengimplementasian digital justru akan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak efektif.

Sinung Harjanto selaku Direktur Pendidikan Sekolah Masa Depan Cerah mengakui bahwa saat ini proses pendidikan memiliki hambatan karena harus mengubah proses pembelajaran dari tatap muka menjadi sepenuhnya dilakukan secara daring atau digital.

Setidaknya terdapat empat tantangan yang dihadapi sekolah ketika harus mengubah sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi sepenuhnya online. Menurut Sinung tantangan paling utama bukan hanya sekadar bagaimana guru menyampaikan materi kepada siswa tetapi guru juga harus dapat memastikan bahwa para siswa hadir di kelas saat pembelajaran online.

Kedua, mengatur jam belajar agar siswa tidak perlu terlalu lama menatap monitor. “Ketika jam belajar lebih pendek, maka hal ketiga yang menjadi tantangannya adalah bagaimana guru dapat membuat konten yang pas agar siswa tetap bisa mendapatkan materi yang sesuai dengan pembelajarannya saat proses belajar dilakukan secara online,” tuturnya.

Keempat, kemampuan guru dalam memanfaatkan platform digital mulai dari mengatur pertemuan secara virtual, memastikan siswa mendapatkan informasi yang diberikan, membuat video pembelajaran, membuat penilaian dan feedback, serta berbagai hal lainnya yang harus segera dipelajari para guru dalam waktu singkat.

“Sebetulnya kami sudah mengimplementasikan aplikasi teknologi untuk pembelajaran selama dua tahun terakhir, tetapi di sisi lain ketika semua kegiatan harus di switch ke rumah dengan kondisi yang mendadak seperti ini kami harus menyiapkan kembali strategi khusus agar KBM bisa tetap efektif,” tuturnya.

Sumber : Bisnis.com