Advertisement
Tak Hanya APD, Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan Alat Kontrasepsi Selama Pandemi Corona
Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Alifuddin meminta pemerintah memastikan ketersediaan alat kontrasepsi. Hal itu disampaikan Alifudin terkait pemberlakuan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, PSBB, atau imbauan tinggal di rumah karena pandemi Covid-19. - Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Corona membuat warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah. Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Alifuddin meminta pemerintah memastikan ketersediaan alat kontrasepsi.
Hal itu disampaikan Alifudin terkait pemberlakuan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, PSBB, atau imbauan tinggal di rumah karena pandemi Covid-19.
Advertisement
“Saat ini warga diminta untuk tinggal di rumah, tentu jika tidak ada alat kontrasepsi yang memadai, tidak akan dapat menunjang program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan pemerintah,” kata Alifudin.
Alifudin menyampaikan permintaan itu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI secara virtual.
RDP membahas Penjelasan Kepala BKKBN tentang imbas Pandemi Covid-19 terhadap Program Keluarga Berencana dan Pendataan Keluarga.
Alifudin mencontohkan ada meme yang beredar di tengah masyarakat terkait dampak imbauan tinggal di rumah terhadap pelaksanaan program KB secara tidak langsung. “Meme itu berbunyi demikian, 14 hari di rumah bisa bikin negatif Corona, akan tetapi istri positif hamil,” kata Alifudin.
Dia juga menyoroti ihwal kegagalan program KB yang disebabkan minimnya tenaga kesehatan di daerah yang sulit. Selain itu, menurut dia, faktor ekonomi juga turut membuat program pemerintah itu terhambat.
“Apalagi saat ini ada wabah Covid-19 ditambah ribuan PHK di tengah masyarakat,”ujarnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 hingga Senin siang (20/4/2020) mencapai 181.770 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 16.343 orang.
"Jumlah ini akan kami segera lakukan konfirmasi dengan real time PCR," ujar Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Acmad Yurianto dalam konferensi pers, Senin (20/4/2020).
Selain itu, dia menyebutkan bahwa 36 laboratorium sudah bekerja aktif dan telah diterima 20.000 tes kit Covid-19. Yuri menjelaskan bahwa spesimen yang diperiksa sampai saat ini jumlahnya mencapai 49.767, berasal dari 43.749 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Banpol Parpol di Sleman Melonjak 145 Persen, Ini Waktu Cairnya
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Okupansi Hotel Jogja Turun, Turis Lebaran Pilih Menginap di Kerabat
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Hari Ini Kamis 26 Maret 2026
- Samsung Rilis Galaxy A57 dan A37, Bawa Rating IP68 dan Update 6 Tahun
Advertisement
Advertisement







