Kim Jong Un Jalani Operasi Jantung, Pemicunya Terlalu Banyak Bekerja dan Merokok

pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. - Ist/Reuters
21 April 2020 11:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Spekulasi tentang pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un yang tidak hadir dalam acara peringatan ulang tahun pendiri Korea Utara terjawab. Ia menjalani perawatan setelah menjalani operasi kardiovaskular awal bulan ini, demikian disebutkan laporan media Korea Selatan seperti dikutip kantor berita Antara dari Reuters.

Pada 15 April 2020 yang ditetapkan sebagai hari libur nasional, Korea Utara memperingati hari ulang tahun pendiri negara itu, yang tidak lain adalah kakek Kim Jong Un, Kim Il Sung. Kim Jong Un tak terlihat hadir atau absen dalam acara.

Daily NK, sebuah situs khusus yang sebagian besar dioperasikan oleh para pembelot Korea Utara, dengan mengutip sumber-sumber tak dikenal di dalam negara yang terisolasi tadi menyebutkan bahwa Kim Jong Un sedang dalam proses pemulihan di sebuah villa di kawasan resor Gunung Kumgang, Hyangsan di pantai timur Korea Utara.

Menurut Daily NK, Kim Jong Un telah menjalani operasi jantung pada 12 April di sebuah rumah sakit di Korea Utara. Sebelumnya, kesehatan Kim Jong Un memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena terlalu banyak merokok, obesitas dan terlalu banyak bekerja, demikian seperti dilaporkan media.

"Yang saya tahu adalah bahwa beliau (Kim Jong Un) telah berjuang (dengan masalah kardiovaskular) sejak Agustus lalu tetapi kondisinya memburuk setelah kunjungan berulang ke Gunung Paektu," kata satu sumber, merujuk pada gunung suci Korea Utara.

Kim Jong Un berangkat ke rumah sakit setelah memimpin pertemuan politbiro Partai Buruh yang berkuasa pada 11 April 2020, tempatnya terakhir kali terlihat di depan umum, demikian menurut liputannya.

Ditambahkan pula bahwa Korea Utara pekan lalu menembakkan beberapa rudal jarak pendek yang menurut pejabat Korea Selatan juga bagian dari perayaan ulang tahun Kim Il Sung. Peristiwa militer semacam ini biasanya akan dihadiri Kim Jong Un, tetapi sama sekali tidak ada liputan KCNA mengenai kehadirannya dalam tes rudal tadi.

Sebagai catatan, liputan dari dalam negeri Korea Utara terkenal sulit, terutama laporan yang terkait hal-hal mengenai kepemimpinan negara, karena kontrol negara terhadap informasi publik sangatlah ketat.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan antar-Korea, menolak mengomentari liputan ini.