Dampak Pandemi Corona, Garuda Indonesia Terbangkan Pesawat Tanpa Penumpang

Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan
15 April 2020 21:07 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Garuda Indonesia mulai menetapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi industri aviasi yang terserang dampak langsung pandemi Corona.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan telah mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pemain kargo untuk menaikkan volume kargo di tengah tingkat keterisian pesawat atau load faktor yang rendah. Selain itu juga mulai mengalihkan layanan sewa atau charter pesawat.

“Betul, Kami lagi bicara dengan sesama para pemain kargo. Kami juga menawarkan charter, dan kami mulai ada penerbangan yang tanpa penumpang nih,” jelasnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia Rabu (15/4/2020).

Langkah maskapai puga diikuti oleh anak usahanya Citilink yang mulai mengembangkan layanan penerbangan tidak berjadwal (charter) dan kargo sebagai upaya diversifikasi lini layanan bisnis yang saat ini menghadapi tantangan dari virus Corona.

Direktur Utama Citilink Juliandra Bisnis penerbangan tidak berjadwal dan kargo merupakan lini layanan bisnis yang dinilai cukup berpeluang di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini. Pasalnya, kelancaran proses distribusi logistik merupakan hal yang penting terutama saat masa krisis akibat corona.

“Citilink berupaya untuk mendukung proses distribusi logistik ke masyarakat melalui penerbangan kargo ke berbagai daerah sehingga ketersediaan pasokan logistik di daerah-daerah tetap terjamin,” jelasnya.

Untuk itu, maskapai dengan jenis layanan minimum ini akan meningkatkan volume bisnis kargo Citilink yang lebih kompetitif serta memaksimalkan potensi pasar kargo.

Citilink memanfaatkan jenis pesawat untuk melayani kargo seperti pesawat Airbus A320 hingga pesawat berbadan lebar Airbus A330 ke berbagai destinasi di domestik dan internasional seperti Malaysia, Singapura dan Timor Leste.

Dalam waktu dekat, Citilink juga akan mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) Boeing 737-500 untuk memaksimalkan layanan kargo pada rute-rute domestik.

Selain pengembangan layanan kargo, Citilink juga mengembangkan bisnis penerbangan charter baik untuk charter penumpang (grup), charter pribadi (private) dan charter cargo di jaringan rute domestik maupun internasional.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia