DPR Sesalkan Pertikaian TNI-Polri yang Tewaskan 3 Orang

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Aboebakar Alhabsyi (kanan). - Antara
13 April 2020 11:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tiga anggota Polri tewas dan dua anggota Polri luka-luka akibat pertikaian antara anggota TNI dan Polri di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya (Mamra), Papua. Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsyi pun menyesalkan kejadian itu.

"Insiden itu amat disayangkan, apalagi di tengah konsentrasi kami melawan virus Corona. Seharusnya segenap komponen bangsa ini bahu membahu untuk melawan persebaran Covid-19, termasuk juga TNI dan Polri. Kejadian seperti ini seharusnya dihindari dan tidak perlu sampai terjadi," ujar Aboebakar dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Atas kejadian tersebut, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI itu menyarankan untuk membentuk tim gabungan yang bertugas menegakkan disiplin dan aturan hukum dalam penyelesaian pertikaian tersebut.

Ia meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua dan Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII Cenderawasih duduk bersama untuk menjalin komunikasi lebih baik antaranggota, sehingga tidak sampai terjadi aksi balasan.

"Saya meminta Polri dan TNI menjalin komunikasi lebih baik lagi, sehingga kejadian seperti ini bisa dihindari. Energi yang kita miliki seharusnya difokuskan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari pandemiCovid-19, bukan malah seperti ini," kata Aboebakar.

Adapun Minggu (12/4/2020), Aboebakar mendengar informasi lima anggota polisi dari Polres Mamberamo Raya, Papua menjadi korban dalam pertikaian yang diduga melibatkan anggota TNI dari Satuan Tugas Pamrahwan Batalion Infanteri 755/20/3-Kostrad.

Pertikaian itu menyebabkan tiga anggota Polres tewas, sedangkan dua lainnya luka tembak.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Minggu (12/4/2020)  mengatakan, bentrok yang terjadi akibat kesalahpahaman itu terjadi Minggu (12/4/2020) pagi sekitar pukul 07.40 WIT.

Insiden yang terjadi di pertigaan jalan Pemda I itu diduga akibat kesalahpahaman antara oknum anggota satgas pamrahwan Yonif 755/Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya, kata Kombes Kamal.

Akibat kesalahpahaman tersebut tiga anggota Polri meninggal dunia yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias Dibangga. Sedangkan yang mengalami luka tembak yakni Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien.


 

Sumber : Antara