Advertisement
Kondisi Perdana Menteri Boris Johnson Memburuk karena Covid-19, Inggris Krisis Kepemimpinan
Boris Johnson - Reuters/Neil Hall
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Inggris menghadapi krisis kepemimpinan di tengah pandemi Corona (Covid-19) yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tujuh hingga sepuluh hari ke depan.
Perdana Menteri Boris Johnson saat ini dirawat di rumah sakit. Menurut laporan Daily Mail, Johnson diperkirakan telah diberi perawatan oksigen. Pasalnya, sudah 10 hari sejak pertama kali dilaporkan bahwa ia positif terpapar virus Corona, belum menunjukkan kesembuhan. Hal ini, menurut sejumlah orang, disebabkan pertaruhannya dalam "ajang" Brexit, yang membuat ia kurang istirahat.
Advertisement
Seorang menteri senior pemerintah Inggris mengatakan, Johnson dapat terus menjalankan tugas negara meskipun dirawat di rumah sakit, karena gejala virus Corona yang tidak kunjung reda.
"Dia tetap bertanggung jawab atas pemerintahan dan dia akan mendapatkan pembaruan informasi secara teratur di rumah sakit, seperti saat dia mengisolasi diri di rumah," ujar Menteri Perumahan Inggris, Robert Jenrick, seperti dikutip melalui CNN.com, Senin (6/4/2020).
Sejak dinyatakan positif Covid-19 pada 26 Maret, Johnson kerap berkomunikasi dengan publik melalui video yang direkam dari ruang kerjanya di rumah, menunjukkan bahwa dia masih memimpin pemerintahan.
Dilansir melalui Bloomberg pada Senin (6/4), Johnson telah menyerahkan tugas-tugas utama kepada wakil sementara, Menteri Luar Negeri, Dominic Raab, yang akan memimpin pertemuan krisis harian. Namun, kondisi ini memiliki risiko sendiri.
Raab, bersama dengan para menteri senior lainnya termasuk Menteri Kesehatan Matt Hancock dan Menteri Kantor Kabinet Michael Gove, menentang Johnson untuk kepemimpinan Partai Konservatif tahun lalu.
Di balik layar, para pejabat berdebat tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya ketika strategi Inggris berada di bawah tekanan.
Para pengkritik mengatakan bahwa Johnson, seperti Presiden AS Donald Trump, tidak bergerak dengan cukup cepat dan meremehkan seberapa intens lockdown akan berdampak pada kehidupan masyarakat--pertaruhan yang berisiko memperburuk dampak virus.
Ratu Elizabeth II muncul pada sebuah video pidato yang jarang terjadi sebelumnya pada Minggu (5/4), malam, di mana dia memohon persatuan antarmasyarakat dan bersama-sama menghadapi tantangan ini seperti ketika negara itu dihadapi dengan Perang Dunia II.
Namun, yang dibutuhkan Inggris saat ini adalah pemimpin dengan cengkeraman yang cukup kuat pada pemerintahan untuk menghadapi keadaan darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Tugu-Kutoarjo Jumat Ini, Mulai Pukul 06.40 WIB
- Jadwal Pemadaman Listrik di Bantul dan Kulonprogo, Jumat 23 Januari
- Perpanjang SIM A dan C Lebih Praktis, Ini Jadwal Keliling Jogja
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Hujan Merata di Waktu Siang
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Jumat 23 Januari 2026
- Daftar Jalur Trans Jogja Terbaru dan Tarif Resminya
- Tarif DAMRI Semarang-Jogja, Ini Jadwalnya
Advertisement
Advertisement



