Advertisement
China Kebanjiran Permintaan Ventilator Medis
Bendera China - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Industri manufaktur di China mulai bangkit setelah negara tersebut pelan-pelan melepaskan diri dari gelombang penyebaran virus Corona. Sejumlah perusahaan berlomba memproduksi ribuan ventilator multifungsi untuk keperluan medis. Permintaan global untuk alat bantu pernapasan ini meningkat seiring dengan penanganan pasien Covid-19 di banyak negara.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya China yang untuk menstabilkan kembali kegiatan ekonomi karena penyebaran pandemi global kemungkinan akan memperburuk prospek perdagangan internasional.
Advertisement
Xu Kemin, seorang pejabat di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, mengatakan permintaan luar negeri untuk ventilator multifungsi sedang melonjak, dan produsen China bekerja keras untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
"China memiliki 21 pembuat ventilator multifungsi dan delapan dari mereka telah memperoleh Conformité Européene (CE) dari Uni Eropa," kata Xu, dilansir China Daily, Selasa (31/3/2020).
Sejumlah perusahaan itu telah menandatangani kontrak untuk 20.000 ventilator multifungsi, dan banyak lagi mengalir setiap hari.
Dia menambahkan bahwa sejak 19 Maret 2020, perusahaan-perusahaan ini telah menyediakan lebih dari 1.700 ventilator multifungsi ke rumah sakit di luar negeri. Angka itu sama dengan setengah dari pasokan tahun ini ke rumah sakit domestik.
Namun dia mengatakan bahwa sulit untuk meningkatkan produksi di tengah penularan wabah, karena setiap ventilator memiliki lebih dari 1.000 komponen, dan beberapa pemasok utama suku cadang ini berlokasi di Eropa.
"Juga tidak realistis untuk mengharapkan bahwa China, yang menyumbang seperlima dari produksi global, dapat memenuhi seluruh permintaan," kata Xu.
Xin Guobin, Wakil Menteri Industri dan Teknologi Informasi, mengatakan situasi perdagangan cenderung memburuk ketika epidemi menyebar.
"China akan membantu menstabilkan rantai pasokan global dengan meningkatkan dukungan untuk sektor mobil dan elektronik dan juga akan meningkatkan sumber daya untuk menyediakan bahan-bahan farmasi yang lebih aktif di negara-negara asing," kata Xin.
Menurutnya, kementerian terkait sedang menyusun kebijakan, termasuk dukungan modal dan keuangan, untuk membantu perusahaan yang berorientasi ekspor bertahan dari kesulitan saat ini.
Saat ini, China telah membuat banyak kemajuan dalam mempercepat produksi dan dimulainya kembali pekerjaan, karena penularannya di bawah kendali yang lebih baik di negara itu. Hingga Sabtu pekan lalu, lebih dari 76 persen perusahaan kecil dan menengah telah memulai kembali pekerjaannya.
"Sekitar 98,6 persen perusahaan skala besar di China telah memulai kembali produksi, dengan 89,9 persen karyawan telah kembali bekerja," kata Xin.
Qin Hailin, seorang peneliti ekonomi industri senior di Pusat Pengembangan Industri Informasi China, mengatakan industri elektronik negara itu pulih dengan cepat, dengan lebih dari 90 persen karyawan di sektor ini telah kembali bekerja.
"Penjualan beberapa produk teknologi tinggi dan teknologi, seperti jam tangan pintar dan teknologi cloud, juga meningkat di tengah epidemi, yang menunjukkan ketahanan industri sampai batas tertentu," kata Qin.
Yang Yuanqing, CEO Lenovo Group Ltd, pembuat komputer pribadi terbesar di dunia, mengatakan pabrik perusahaan di Wuhan, provinsi Hubei, wilayah yang paling terpukul di China, telah memulai kembali produksi. Pada 27 Maret 2020, lebih dari 6.000 pekerja telah kembali bekerja di pabriknya di Wuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Geger Dini Hari di Sidoarum Godean, Warga Ringkus Pencuri Paku
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon UE Ikut Berduka
Advertisement
Advertisement








