Seskab Teddy Dorong Anak Putus Sekolah Berani Punya Cita-Cita Besar
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin./Antara-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA- Pandemi virus corona Covid-19 di Tanah Air semakin meluas. Korban terus berjatuhan sehingga membuat Indonesia dilanda situasi darurat. Hal ini tak luput menjadi perhatian Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon.
Mengenai kondisi tersebut, Jansen menyoroti sikap pemimpin negara Indonesia yang berbanding terbalik dengan Amerika Serikat, di mana di negara tersebut peran presiden dan wakil presiden seimbang.
Kritik Jansen itu disampaikan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. Ia menyertakan bidikan layar anggota satuan tugas penanggulangan virus corona di AS.
"Di Amerika, Wapres @Mike_Pence jadi Chair of Coronavirus Task Force. Nyata di situasi darurat ini peran dan tugasnya," cuit Jansen, seperti dikutip, Jumat (27/3/2020).
Ia lantas membandingkan kontribusi Wapres AS Mike Pence dengan Maruf Amin. Jansen menilai, peran Maruf belum hingga kekinian belum terlihat penanggulangan virus corona. Bahkan Presiden Joko Widodo terlihat bekerja sendiri dalam situasi ini.
"Kita di sini saya belum melihat @Kiyai_MarufAmin memegang ugas spesifik dalam penanganan corona ini. Terlihat Presiden kerja sendiri seakan-akan kita tak punya Wapres," kata Jansen.
Tak ayal, kritik Jansen tersebut menuai perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberikan dukungan.
"Kiyai dikhususkan kerja yang ringan-ringan aja bang contoh bikin sertifikat-sertifikat gitu," kata @Indahsuari31.
Namun, adapula yang memberikan bantahan atas penilaian Jansen.
"Ikuti akun resminya, ente pikir cuma rebahan. Coba Anda ambil alih aja dah," balas @PanduDe64379448.
Wapres Maruf Amin Minta Pemda Jemput Bola Ambil Rapid Test Virus Corona
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan 150 ribu kit alat uji cepat atau rapid test virus corona (Covid-19) yang dimiliki pemerintah didistribusikan ke sejumah provinsi untuk kemudian diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota. Namun daripada menunggu, alangkah baiknya menurut ia kabupaten/kota bisa menjemput bola ke tingkat provinsi agar segera bisa digunakan.
Maruf Amin menjelaskan bahwa proaktif yang dilakukan pihak kabupaten/kota bisa memangkas waktu pengiriman rapid test. Karena ia menilai bisa saja ada kabupaten/kota yang jaraknya jauh ke provinsi.
"Supaya distribusinya tidak terlambat, oleh karena itu perlu menunggu, kalau perlu mendatangi kemudian membawa sendiri supaya distiribusinya lebih cepat sampai sasaran," kata Ma\'ruf melalui sambungan video, Kamis (26/3/2020).
Kemudian kata Maruf Amin, cara melaksanakan rapid test pun bisa dilakukan secara beragam semisal petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah masyarakat atau mengumpulkannya di suatu tempat dengan jumlah orang yang sangat terbatas.
Menurut dia, penting untuk diperhatikan penyelenggaraan rapid test tersebut juga harus menggunakan metode physical distancing sehingga tidak ada penyebaran Covid-19 yang meluas.
"Sehingga dilakukan pengetesan itu di tempat-tempat tertentu, dengan jumlah tertentu yang tidak melanggar physical distancing lah atau social distancing, sehingga kerawanannya bisa dihindari," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.
Indonesia menjamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026 di Jakarta, 18-20 September, dengan target bertahan di Grup II.
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Jaecoo J5 EV mencatat penjualan 3.200 unit pada Juli 2026, naik 4,9% dan menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang Januari-Juli 2026.
KAI Daop 6 Yogyakarta menangani 1.075 barang tertinggal senilai Rp1,16 miliar sepanjang semester I/2026, naik 69,03% dari tahun sebelumnya.
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.